Keamaanan Kampus Dipertanyakan

Oleh Ramadhan*

SEJATINYA Keamanan kampus adalah Tugas dari seluruh civitas akademika, Tapi, Pada dasarnya Keamaanan Kampus sesungguhnya itu diserahkan kepada pihak Satpam, karena pihak satpam 1 × 24 Jam berada di kampus, Namun akhir-akhir ini banyak berita kehilangan yang terjadi di lingkungan kampus baik di Sekret Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) ataupun di Kantin.

Belum seminggu dari kehilangan yang terjadi di sekret UKM Racana Karamatul Khusna yakni Kompor dan Tabung Gas, lagi-lagi yang menjadi Korban kehilangan adalah salah satu kantin yang berada di lingkungan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu. Kantin yang tepatnya berada di belakang gedung Akademik dan Kemahasiswaan (AKMAH) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Kata pemiliknya kehilangan barang yang serupa dengan UKM Racana Karamatul Khisana yakni kompor dan tabung gas, hal ini menjadi sebuah keresahan bagi civitas akademika IAIN Palu, dan yang punya kantin di lingkungan kampus.

Bukan hanya kali ini, banyak kehilangan yang terjadi sebelumnya, dan ini sangat di sayangkan. Kok bisa ada pencuri yang masuk ke dalam kampus sedangkan pintu masuk di kunci dan satpam atau petugas keamanannya berpatroli siang dan malam.

Dan ini menjadi pertanyaan besar bagi petugas keamanan dalam hal ini Satpam. Apakah mereka benar bertugas dalam menjaga keamanan atau tidak? Karena ini sudah menjadi Tanggung Jawab mereka. Apa mungkin karena kurangnya petugas keamanan sehingga membuat pencuri

Bisa berkeliaran bebas di dalam kampus? Atau mungkin karena ke lalaian dari petugas keamanan tersebut? Dari Semua kemungkinan-kemungkinan di atas itu bisa terjadi, tinggal bagaimana kita menangapinya, Untuk itu agar supaya kejadian ini tidak berulang terus menerus, maka harus ada perbaikan dan peningkatan keamanan yang harus dilakukan internal petugas keamanan tersebut dan juga itu menjadi pembelajaran bagi semua civitas akademika dan yang mempunyai kantin agar lebih berhati-hati menyimpan barang yang berharga. Bila perlu barang tersebut dibawa pulang untuk lebih amannya.

Penulis adalah mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam (MPI) semester IV Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *