Home Kolom Literasi Pemilihan Rektor di Ambang Pintu

Pemilihan Rektor di Ambang Pintu

0
0

Sejak beralihnya status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Datokarama Palu menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu pada awal Desember 2013 silam, Zainal Abidin selaku Ketua STAIN saat itu dilantik pula menjadi Rektor oleh Menteri Agama RI untuk memimpin IAIN Palu empat tahun kedepan.

Ilustrasi. (int)

Jika dihitung maka jabatan Zainal sebagai pimpinan kampus hijau tersebut akan berakhir pada tahun ini.  Pemilihan rektor tahun ini harus mengacu pada aturan baru yang dilayangkan oleh Menteri Agama dalam PMA no 68 tahun 2015.

Aturan tersebut berbeda dengan aturan sebelumnya. Jika sebelumnya Senat memiliki kewenangan untuk menyeleksi dan memilih Rektor yang kemudian diusulkan ke Menag untuk ditetapkan, namun sekarang tidak. Tugas Senat hanya melakukan penjaringan secara administratif untuk diusulkan ke tim seleksi yang dibentuk Menag. Kemudian Menag yang akan memilih siapa rektor yang dinilai mempunyai kompetensi memimpin PTKI.

Peraturan baru itu justru merusak dinamika kampus yang selama ini sudah berjalan. Bahkan, PMA tersebut juga akan merusak otonomi dan mencabut hak politik civitas academica kampus khususnya IAIN Palu.

Selain itu ada faktor-faktor lain yang terselubung menjadikan  salah satu calon Rektor memenangkan jabatan tersebut. Bisa dipastikan, faktor kedekatan antara Menag dengan calon Rektor salah satunya. Tentunya pemilihan Rektor sudah tidak objektif lagi. Dan masih banyak faktor lainnya yang akan bermunculan.

PMA itu jelas bertentangan dengan semangat demokrasi dan otonomi kampus. Apalagi UU Pendidikan Tinggi juga sudah jamin bahwa penyelenggaraan Pendidikan Tinggi harus dengan prinsip demokratis, tidak deskriminatif dengan menjunjung tinggi HAM. [] Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.