Home Kolom Literasi Berkarya Tanpa Pacaran

Berkarya Tanpa Pacaran

2
0
Couple

Oleh Rahma Keiy*

KATA ‘pacaran’ pasti tidak asing lagi di kalangan kita. Bahkan di zaman sekarang, anak SD pun sudah mengenal kata ‘pacaran’. Banyak orang yang berpikir pacaran dapat memberi kebahagian karena kita saling memberi dan berbagi cinta terhadap pasangan. Tapi sadarkah kalau ternyata pacaran itu membuat diri kita menjadi lemah?

ILUSTRASI. Couple (Int)

Lemah hati karena kita akan mudah dikena penyakit galau yang akhirnya membuat tubuh kita menjadi lemah pula. Selain itu pacaran juga pastinya membuat kita lemah iman karena tidak akan dapat dipungkiri orang yang berpacaran akan saling mengingat, menatap, memandang dan lain sebagainya yang dapat membuat kita lupa kalau hal itu belum halal.

Pacaran juga membuat kita membuang-buang waktu. Di umur yang sekarang terbilang cukup dewasa, apakah kita mampu menjawab pertanyaan, “Sudahkah kamu mempersiapkan dirimu untuk masa depan?” Jika sudah, “Seberapa siapkah kamu untuk menghadapi masa depanmu?” Jika sudah sangat siap, “Lantas apa yang sudah kamu siapkan untuk masa depanmu?” Maka pertanyaan ini jawablah dengan sebuah karya yang perlahan berkembang menjadi beberapa karya lalu menjadi banyak karya.

Untuk membuat sebuah karya pastinya kita harus memaksa diri untuk keluar dari zona nyaman salah satunya menghindari pacaran. Kalau ada yang bilang “Kan bisa berkarya sambil pacaran karena ada yang bikin semangat”. Eits itu salah! Kalau kita berpikiran seperti itu berarti kita sudah mulai lupa keinginan sejak kecil yaitu membahagiakan kedua orang tua. Tidakkah cukup kalau mereka saja dijadikan penyemangat? Kenapa harus seorang pacar?.

Hidup itu bukan hanya tentang pacaran. Hidup ini terlalu singkat untuk disia-siakan. Kita tidak pernah tahu kapan kita akan kembali kepada-Nya. Jika gajah mati meninggalkan gading, lalu bagaimana dengan kita? Tidakkah kita ingin meninggalkan karya yang bermanfaat? Semua dimulai dari diri sendiri. Sadari sekarang atau tidak sama sekali. Jangan tunggu siap baru mulai berkarya tapi berkaryalah untuk mempersiapkan masa depanmu.

Penulis adalah mahasiswa jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.