Mahasiswa Organisasi VS Non Organisasi

Oleh Moh. Takdir*

BANYAK mahasiswa di perguruan tinggi dan universitas lainnya berasumsi bahwa berorganisasi sangat menghambat proses perkuliahan. sehingga sebagian mahasiswa bersikap apatis dan berjiwa hedonis. Mereka hanyalah fokus mengerjakan tugas kuliah yang diberikan para dosen sebagai syarat untuk mendapatkan nilai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tinggi.

 

ILUSTRASI. (qalamunnews.com)

Lain halnya mahasiswa yang berorganisasi atau yang dikenal mahasiswa aktivis. Mereka bukanlah orang yang hanya mementingkan IPK. Tetapi memfokuskan diri untuk aktif berorganisasi sebagai wadah pengembangan karakter dan life skill dengan misi bahwa kelak mereka akan berguna di kalangan masyarakat nantinya. Hal ini sangat bermanfaat dan menjadi modal besar bagi para mahasiswa yang turun Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Pengalaman berorganisasi sangat membantu mereka dalam berinteraksi dan menyukseskan program di kalangan masyrakat. Tentu suasana berbeda yang dirasakan mahasiswa yang apatis, hedonis atau mereka yang anti berorganisasi pada saat mereka kuliah selama tujuh semester di bangku kuliah. Kini mahasiswa tersebut diperhadapkan dengan salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Strata Satu (S1) yaitu KKN.

Di sinilah mahasiswa yang anti organisasi akan merasakan kesulitan dan merasa terbebani karena tidak memiliki pengalaman berbicara di depan umum seperti yang di lakukan mahasiswa yang berorganisasi. Tak memiliki pengalaman dan life skill pada saat kuliah tentu menjadi penyesalan yang tak berarti lagi. Mereka merasa bahwa turun KKN menjadi momok menakutkan. Pasalnya tidak memiliki mental berbicara di depan umum dan tidak memiliki pengalaman dalam berorganisasi akan menjadi blunder besar buat para mahasiswa yang anti organisasi yang akan turun KKN nantinya.

Berbagai Berorganisasi sambil kuliah dua hal yang sangat urgen buat mahasiswa. Sebab kuliah tanpa berorganisasi bagaikan kopi tanpa gula. Mahasiswa yang cerdas mereka yang mampu membagi waktunya antara kuliah dan berorganisasi. Buat teman-teman yang lain sebelum waktu penyesalan itu datang. Maka mari kita persiapkan diri kita untuk mengabdi kepada masyarakat Melalui wadah organisasi yang berada di setiap kampus ataupun perguruan tingi lainnya. Yakinlah bahwa beroranisasi sangat besar manfaatnya.

Penulis adalah Wakil Direktur Utama Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Qalamun Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *