Home Kolom Literasi Jurnalis dan independensinya

Jurnalis dan independensinya

3
0

Oleh Moh. Shadiq*

INDEPENDEN, sepuluh kata yang menjadi garis pemisah antara mereka yang menjunjung frase ‘kebenaran’ dan yang memunanifikan kata tersebut. Kata independen ibarat stempel yang melekat di dahi para penyalur pengetahuan. Kenapa? Karena pada dasarnya kata pengetahuan, sebelas dua belas dengan kata informasi, sama-sama berbicara suatu hal yang baru.

ILUSTRASI.

Independensi di dalam kalangan masyarakat yang menggelari diri sebagai ‘agen of change’ selalu mengkaitkan ke lembaga pers ataupun instansi yang beraroma jurnalistik. Sedangkan dikalangan intelektual masyrakat biasanya menjulukinya sebagai wartwan.

Kita sebut saja, mereka yang sengaja menceburkan diri kedalam jalur penyiaran informasi kepada publik, sebagai masyarakat jurnalistik. Masyarakat jurnalistik adalah masyarakat yang tiap harinya selau bermandikan informasi ,baik yang sengaja dicari ataupun tak sengaja didapatkan. Mereka selalu punya cobaan yang sama, yaitu cobaan dalam keteguhan untuk menggenggam kata yang menjadi  awal pembuka redaksi ini, ‘independen’.

Namun, sayangnya, tak ada stetoskop yang dapat digunakan oleh seorang jurnalis untuk mengukur tekanan idependensinya sebagai barometer keteguhan dalam menyikapi cobaan tersebut, Kecuali  adanya rasa kepedulian kepada negeri.

Miris ketika masyarkat jurnalistik yang seyogyanya diharapkan sebagai tombak terakhir oleh masyarakat untuk merobek pukat kebijakan birokrasi yang memasung, kini tampil sebagai pemegang pukat yang berwajah dua, yang justru semakit mengikat. Sehingga mematikan denyut nadi harapan masyarakat.

Banyak potret menampilkan pemberitaan yang demikian. Namun syukurnya, kita yang masyarakat awam menjadi mampu memilih dan memilah, mana masyrakat jurnalistik yang masih mau mengenakan baju independensinya untuk melawan penindasan masyarakat dan menjadi perpanjangan kalimat dari publik.

Penulis adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Palu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.