Organisasi Mendidik Pribadi Lebih Dewasa

Oleh: MASHUR ALHABSYI, S.Pd*

MAHASISWA dididik untuk menjadi seorang pelajar dewasa, Pelajar yang seharusnya mengetahui esensi pribadinya. Oleh sebab itu, yang harus di jawab dalam kehidupan dunia kampus adalah, dimana kita kuliah? mengapa harus kuliah? dan  untuk siapa kita kuliah?


Tiga pertanyaan besar, kelihatannya mudah, akan tetapi harus mempunyai jawaban yang ekstra untuk menanggapinya.
Pertanyaan tersebut, penulis akan diulas berdasarkan pemahaman penulis.

Pertama, yaitu Dimana kita kuliah? Jawaban ini mungkin agak mudah dan pasti tidak memerlukan jawaban yang bertele-tele, kita kuliah di perguruan tinggi.

Kedua, mengapa harus kuliah? pertannyan ini pasti akan mempunyai jawaban yang berbeda-beda dari setiap mahasiswa. Dan  bagi pribadi Saya, mengapa harus kuliah, maka jawaban yang tepat dalam prespektif ini adalah mencari ilmu pengetahuan, pasti anda bertanya, kenapa harus menjawab seperti itu? Ingat ! kawan-kawan, ketika kalian kuliah orientasinya hanya mendapatkan ijazah, maka masa depan terpuruk ada di depan kalian, dan ketika orientasinya mencari ilmu pengetahuan, maka kalian tidak hanya sekedar kuliah, akan tetapi kalian akan mencari ilmu pengetahuan di luar perkuliahan. Seperti apakah itu ? jawabannya adalah berorganisasi.

Organisasi merupakan satu wadah yang dapat mendidik pribadi ini untuk lebih baik. terkadang banyak yang berpikir bahwa ketika berorganisasi, maka akan menghambat seluruh aktifitas yang berkaitan dengan akademiknya (perkuliahannya). paradigma seperti ini yang harus dirubah, karena apa bedahnya kita dengan siswa, Ketika aktifitas di kampus hanya sekedar melaksanakan proses pembelajaran tanpa ada kegiatan yang harus kita lakukan.

Terkadang banyak yang berpikir bahwa kita kuliah untuk menjaga amanat orang tua dari kampung yaitu “Nak kuliah baik-baik yah” luar biasa amanat yang diberikan orang tua kepada kita, betapa besar keinginan orang tua agar anaknya sukses dalam melaksakan proses perkuliahan..

Tapi ingat kawan-kawan, mari kita kaji amanat orang tua  tersebut secara mendalam, dari kata-kata “nak kuliah baik-baik yah”,  sebanarnya kata ini kalau dipahami dan di tafsirkan maka berdasarkan pemahaman saya bahwa orang tua menuntut kepada kita agar menjalankan kuliah ini dengan sebaik-baiknya, bukan melarang untuk berorganisasi,  yang berarti orang tua menginginkan agar anaknya lebih baik dari sebelumnya. Inilah tanggung besar yang harus dipikul seorang anak , nah bagaimana dengan anak-anak yang kemudian hanya bersifat apatis? Kampus rumah, kampus rumah dan hanya bersifat hedonis? diletakkan dimana amanat orang tua tersebut? secara kontekstual saya bisa katakan bahwa  kalau kita memahami kata-kata orang  tua sebenarnya mereka menginginkan anaknya harus berorganisasi. Karna sebenarnya ketika kawand-kawand ingin mencari esensi pribadi  kalian maka kalian harus berorganisasi.

Sekali lagi ingat kawand-kawand Organisasi akan mendidik kita menjadi dewasa, organisasi mendidik kita untuk menjadi seorang pemimpin,organisasi mendidik kita menjadi seorang yang sosialis, serta organisasi yang akan mendidik kita saling memahami antara satu dengan yang lainnya serta membentuk kita menjadi benar-benar manusia yang dapat memanusiakan manusia lainnya.

Nah ketika itu kita tidak dapatkan dalam dunia kampus, apakah kita sudah menjalankan amanat dari orang tua kita? Dengan satu stagmen yang di keluarkan yaitu “nak kuliah baik-baik yah” Ini sebenarnya menjadi renungan bagi kita semua. Apakah hanya kuliahhya di perbaiki? Atau pribadinya kita yang menjalankan perkuliahan ini yang harus di bentuk? Jawaban ini ada sama kawan-kawan sekalian.

Oleh karena itu satu penegasan yang kita harus pegang, jangan memandang organisasi itu dari sisi negatifnya akan tetapi melihat dari sisi positifnya, serta berorganisasilah sesuai dengan jalan organisasi itu tapi jangan kalian berorganisasi sesuai dengan jalan kalian. Karna kalian akan larut dalam organisasi itu.

Pertanyaan yang ketiga untuk siapa kita kuliah?

Kita kuliah sebenarnya untuk pribadi kita,orang tua, masyarakat bangsa dan negara,oleh karena itu ketika kita mengetahui tanggung jawab itu, kita akan menjalankan dengan sebaik-baiknya. Semoga kita semua menjadi orang yang sukses aamiiin.

Penulis adalah mantan direktur LPM Qalamun IAIN Palu tahun 2015.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *