Home Kolom Literasi Berdakwah Tidak Asal Berkomunikasi

Berdakwah Tidak Asal Berkomunikasi

0
0

Oleh Nurunnisa Mutmainnah*

MENGAJAK, menyuruh, memanggil, dan menyampaikan hal kebaikan merupakan kewajiban manusia untuk mencapai kebutuhan hidup yang lebih baik. Kehidupan hanyalah sementara dimana tak selamanya kita akan berada dalam dunia khayalan memikirkan hal-hal membuat terus bertanya akan kah kedepannya menjadi seperti apa hidup ini? Di dunia fana ini, kita tidak sendiri dalam menjalani yang namanya kehidupan. Hamba Allah begitu banyak dan tak ada yang dapat menyimpulkan berapa banyak manusia di dunia ini.

Manusia tidak akan pernah lepas dengan manusia lain dan sampai kapan pun akan terus saling bergantungan. Karena itu dalam hidup ini adanya percakapan yang sama atau disebut dengan komunikasi (Communication) communis yang artinya “sama” dalam pengertian sama makna. Komunikasi adalah sesuatu yang urgen dalam kehidupan umat manusia. Oleh karenanya, kedudukan komunikasi dalam Islam mendapat tekanan yang kuat bagi manusia sebagai makhluk tuhan.

Komunikasi pada dasarnya penyampaian yang disengaja terhadap penerima atau di sebut komunikan. Dalam tindakan berkomunikasi tidak hanya dilakukan terhadap sesama manusia dan lingkungan hidupnya, akan tetapi juga dengan Tuhannya. Dalam Alquran terdapat banyak sekali ayat yang menggambarkan tentang proses komunikasi. Salah satu di antaranya adalah dialog yang terjadi pertama kali antara Allah Swt, malaikat, dan manusia.

Dialog tersebut menggambarkan salah satu potensi manusia yang dianugrahkan Allah Swt.  ”Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama benda seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada malaikat lalu berfirman: ‘sebutkanlah kepada-Ku nama-nama benda itu jika kamu orang-orang yang benar “ mereka menjawab :’ Maha Suci Engkau, tidak ada yang Engkau ketahui selain apa yang ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Maha Mengetahui Maha Bijaksana. Allah berfirman: “hai Adam beritahukanlah nama-nama benda itu. ‘Allah berfirman; ‘bukankah sudah Kukatakan kepadamu bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi mengetahui apa yang kamu lahirkan dan yang kamu sembunyikan. “(QS Al-baqarah : 31-33 ).

Dalam berkomunikasi terdapat juga kegiatan dakwah. Di mana dai mengkomunikasikan pesan dakwah kepada mad’u baik secara perorangan maupun individu. Dakwah dalam kegiatan komunikasi, dai sebagai komunikator atau orang yang menyampaikan, dan mad’u sebagai komunikan yakni orang yang menerima penyampaian. Sehingga dalam berdakwah terdapat hal-hal yang perlu diketahui ialah :

  1. Dai dalam komunikasi dakwah. Keefektifan komunikasi dakwah tidak saja ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi tetapi juga oleh diri penerima, komunikator (dai) menyampaikan hal kebaikan agar mengajak sehingga berubah sikap, dan perilakunya. Dalam dai komunikasi dakwah perlu juga membangun hubungan dengan mad’u, mendengar, memberi, dan menerima umpan balik,
  2. Mad’u dalam komunikasi dakwah. Penerima atau mad’u merupakan elemen yang paling penting dalam proses komunikasi karena sasaran untuk menyampaikan pesan. Dai atau komunikator perlu mengetahui kepada siapa yang akan ia sampaikan dakwahnya karena setiap orang atau kelompok akan berbeda dari segi latar belakang ekonomi, budaya, tingkat pengetahuan kualitas keagamaanya.
  3. Pesan dakwah dalam komunikasi dakwah. Dalam melancarkan komunikasi dakwah seorang dai harus pintar menyampaikan kata-kata dan tidak menyinggung perasaan kepada khalayak atau penerima pesan di dalam kelompok maupun individu. Penyampaian pesan harus dirancang dan disampaikan secara baik serta sopan, sehingga pendengar dapat menerima pesan yang disampaikan. Pesan yang disampaikan merupakan pengalaman-pengalaman yang sama antar komunikator dan komunikan, sehingga pendengar mudah mengerti dan di pahami dalam penyampaian dakwahnya.
  4. Media dalam komunikasi dakwah. Alat yang digunakan dalam penyampaian dakwah, tidak hanya dilakukan dengan secara langsung namun sejak Rasulullah juga menyampaikan dakwahnya dengan cara tulisan sehingga semakin berkembang penyampaian dakwah dengan melalui media-media yakni dengan media massa dan media nirmassa media internet. Media dakwah dalam era globalisasi yakni, Radio, televisi, internet, novel, dan situs youtube. Dalam perkembangan internet sekarang, penyebaran dakwah Islam tidak lagi menjadi otoritas para ulama, namun google sebagai sumber utama untuk memudahkan kita mendapatkan pengetahuan agama.

Penulis adalah mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) semester VII Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.