Cudi dan Buku Permohonan Maafnya

LPMQALAMUN.id – Cudi alias Rusdi Mastura, mantan Walikota Palu meluncurkan buku keduanya yang berisi tentang permohonan maaf pemerintah Kota Palu terhadap korban pelanggaran Hak Asasi Manusia pada peristiwa 1965-1966.

Dilansir dari antarasulteng.com,  buku yang berjudul “Palu dan Godam Keangkuhan” tersebut di luncurkan di Palu, sabtu sore sebagai kado ulang tahun kota palu ke-39 yang jatuh pada 27 september 2017.

Dalam buku itu disebutkan korban kekerasan atas tuduhan G30S/PKI sebanyak 768 orang. Dari jumlah tersebut 514 diantaranya telah di verifikasi. Hasil verifikasi menyebutkan 109 adalah pasangan suami istri.

Mereka yang kemudian ditangkap, ditahan lalu dipenjarakan serta disiksa. Selain itu, mereka juga mendapat kerja paksa dan wajib lapor.

Dalam buku tersebut, Rusdi Mastura mengisahkan perjalanannya hingga akhirnya dia atas nama pemerintah kota Palu menyatakan permohonan maaf kepada sejumlah korban yang juga ikut hadir dalam peluncuran bukunya.

“Saya bertemu mereka. Tatapan mereka kosong. Hati kecil saya menangis. Kasihan mereka itu adalah korban yang tidak tahu menahu tentang peristiwa G30S/PKI,” katanya.

Ia menegaskan  permohonan maaf itu bukan untuk PKI, melainkan untuk penanganan yang kurang bijak dalam memperlakukan korban.

“Jadi permohonan maaf itu bukan untuk melupakan masa lalu, melainkan memaafkan masa lalu demi menempuh masa depan yang lebih baik,” tutupnya. (KEIY)

One thought on “Cudi dan Buku Permohonan Maafnya”

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *