Home Berita Fasilitas Gedung SBSN Dinilai Belum Memadai

Fasilitas Gedung SBSN Dinilai Belum Memadai

3
0

LPMQALAMUN.id – Sejumlah fasilitas di gedung Surat Berharga Syariat Negara (SBSN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu dinilai belum memadai. 

Hal tersebut bisa dilihat dari beberapa fasilitas yang tidak berfungsi dan tidak dapat digunakan mahasiswa diantaranya toilet yang tidak teraliri air maupun kipas angin yang tidak berfungsi .

Padahal fasilitas kampus merupakan sarana dan prasarana yang menjadi salah satu penunjang kenyamanan mahasiswa dalam mengikuti proses perkuliahan.

Salah satu mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) Semester I, Fahri mengaku saran prasarana yang ada, tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

“Saya kecewa dengan fasilitas yang ada terutama toilet karena beberapa toilet tidak bagus. Airnya tidak mengalir akibatnya saya harus cari tempat lain untuk buang air bahkan sampai pulang ke Kos,”keluhnya.

Menurutnya hal sepele seperti itu harus lebih diperhatikan karena sangat penting bagi  mahasiswa agar tidak ketinggalan mengikuti proses perkuliahan saat mata kuliah sedang berlangsung.

Sementara itu Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Humas, dan Rumah Tangga, Fatharany menyatakan terdapat beberapa kendala yang harus diketahui, seperti toilet.

Menurutnya kesadaran mahasiswa menggunakan fasilitas di gedung SBSN sangat rendah sehingga keluhan-keluhan seperti tidak dapat terhindarkan.

“Terkadang mahasiswa ketika air mengalir pada saat mereka buang air mereka tidak bagus cara menyiramnya. Bahkan kran airnya tidak dimatikan ketika selesai buang air, akibatnya kapasitas air di tempat penampungan berkurang sekali sementara untuk menampung air lagi sampai penuh itu butuh waktu,”katanya.

Demikian juga dengan kipas angin, banyak mahasiswa, kata dia setelah menggunakan kipas angin di gedung SBSN, itu tidak dimatikan lagi. Sehingga peluang kerusakan akibat terus berjalan sangat tinggi

“Terkait masalah kipas angin sebenarnya terjadi hal yang sama dengan toilet disebabkan tingkat kesadaran mahasiswa menjaga fasilitas sangat minim. Begitu selesai belajar tidak dimatikan, akibatnya hidup hingga satu malam,”imbuhnya. (Mg. MAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.