Media Sosial Sebagai Wasilah Dakwah

Oleh Nurunnisa Mutmainna*

PADA hakikatnya berdakwah telah menjadi kewajiban sebagai umat Islam untuk menyebarkan Agamanya. Upaya melebarkan sayap-sayap dakwah dengan memanfaatkan kecanggihan di zaman modern sekarang, kini menjadi mudah untuk dipenuhi karena lahirnya media sosial di antara wasilah dakwah.

Zaman semakin modern, wasilah atau media dakwah tak seperti dulu lagi. Kini semakin canggih dalam menyampaikan kebaikan kepada masyarakat meliputi berbagai aspek kehidupan tentunya. Salah satu contoh kongkrit adalah berdakwah melalui media sosial. Kini mimbar tidak lagi menjadi acuan para dai dalam menyampaikan dakwahnya. Namun dengan adanya media sosial, pendakwah maupun penerima dakwah mudah untuk memperoleh tausiyah tanpa perlu lagi keluar dari rumah.

Hal tersebut berbeda dengan zaman agraris. Dimana peran ulama dan tokoh agama begitu kuat dalam mempengaruhi kehidupan masyarakat. Pendapat dan sikap mereka ditiru, didengarkan, dan dilaksanakan. Masyarakat pun rela berkorban datang ketempat pengajian yang jaraknya sangat jauh sekalipun, hanya karena cintanya begitu kuat kepada ulama dan mau belajar tentang agama Islam. Terlebih karena ingin mendapatkan tausiyah yang akan menjadikan pedoman dalam hidupnya.

Dengan adanya berbagai media sosial, memudahkan diri untuk mendapatkan tausiyah. Akan tetapi, berdakwah melalui mimbar atau pun kelompok-kelompok kajian juga tidak ada hentinya melakukan kegiatan maupun talkshow. Selain itu, media sosial juga memberikan berbagai kemudahan lain, seperti penyampaian dakwah yang secara singkat, lebih cepat, simpel dan hanya memodalkan Smartphone Android.

Pemanfaatan media sosial tergantung dari perorangan yang akan menimbulkan dampak positif terhadap dirinya sendiri. Sehingga para dai juga harus membuka mata melihat zaman yang semakin canggih dan modern, maka wajib bagi para dai memanfaatkan media sosial sebagai media dakwahnya.

Tak perlu heran ketika zaman sekarang ini banyak yang menyampaiakan dakwah melalui media sosial. Entah itu di kalangan remaja, pemuda, hingga beberapa dai dengan berbagai macam akun media sosial, baik itu Facebook, Instagram, Twitter, Youtube, dan lain sebagainya.

Dari berbagai macam media sosial yang digunakan dalam berdakwah tersebut, masing-masing mempunyai cara dalam menyampaikan dakwah supaya memiliki ketertarikan. Misalnya Facebook menyampaikan dengan status yang bernilai Islam, begitupun dengan youtube yang notabenenya dapat melihat langsung wajah para dai yang berdakwah. Tidak hanya itu saja, bisa dengan mengunggah video animasi yang bernuansa Islam melalui Youtube, sehingga dengan mudah untuk mengenalkan agama ke pada anak-anak.

Kini media sosial sangat menunjang dalam keberahsilan menyampaikan dakwah. Karena bukan hanya di kalangan orang tua yang mudah mengakses, akan tetapi anak-anak yang sudah kenal dengan gadget atau sering dikenal dengan “Hape”, juga dimanfaatkan untuk belajar.

Tanpa perlu diragukan, berdakwah tidak hanya melalui lisan, tulisan, atau pun bediri di atas mimbar. Namun media sosial sudah menjadi alat yang memudahkan kita untuk mendapatkan tausiyah di berbagai macam kalangan dai atau sering disebut orang yang menyebarkan dakwah agama Islam.

Keberhasilan dakwah ini tak akan marak, ketika tak ada lagi yang mau berpikir untuk memanfaatkan media sosial. Maka di situlah kemunduran akan terjadi. Agama ini tidak membutuhkan manusia buat menjaganya, namun manusia butuh berdakwah sebagai jalan mencari pahala.

Penulis adalah mahasiswa jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) semester VII Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *