Home Berita Sampah Laut Semakin Mengancam, Ini Program Anak Muda

Sampah Laut Semakin Mengancam, Ini Program Anak Muda

0
0
LPMQALAMUN.id – Salah satu permasalahan lingkungan di Indonesia adalah sampah laut. Tak sedikit sampah terutama plastik yang semakin hari semakin mengancam laut Indonesia.

Reny Septiani dan Abizar yang tergabung dalam tim Seangle, belum lama ini melaunching projek bertajuk “The Guardian of The Sea” pada Jumat (10/11/2017) di MEC English Coffee, jalan Setia Budi, Palu Timur.
Abizar menjelaskan projek ini terbagi menjadi tiga program unggulan diantaranya Rupiah (Rumah Pendidikan Sampah), Upcycling, dan Sea School.
“Dengan program Rupiah, anak-anak hanya membawa sampah kemudian ditukarkan dengan pendidikan bahasa Inggris selama satu term atau empat bulan. Upcycling yakni pemberdayaan masyarakat lokal khususnya ibu-ibu untuk mengolah limbah kresek menjadi produk rajut. Sedangkan Sea School yaitu pengadaan kurikulum pemilahan sampah yang bisa diadaptasi di SD selama satu term juga,” katanya.
Menurut Abi sapaan akrab Abizar, penyumbang oksigen terbesar adalah laut. Jika laut tercemar, maka oksigen akan terganggu. Apalagi sampah yang ada di laut, dapat mengganggu pertumbuhan karang.
“Sementara karanga adalah basis utama kehidupan laut, yaitu planton yang memproduksi oksigen yang kita butuhkan setiap saat,” lanjutnya.
Dalam launching tersebut, para pengunjung kafe disuguhkan pemutaran film Chasing Coral yang diharapkan dapat menggugah hati dan pikiran penonton bahwa ada kehidupan di laut yang sekarang sudah mulai tercemar dengan sampah. Setelah itu, pengunjung diajak untuk menuliskan komitmen mereka di selembar kertas.
“Karena solusi untuk persoalan sampah di mulai dari diri sendiri,” ungkap Abi.
Sementara itu tim Seangle terdiri dari lima anak muda yang berasal beberapa daerah, yakni Abizar dan Reny Septiani dari Sulteng, Robby dari Sulawesi Utara, serta Irsyad dan Rahayu dari Gorontalo.
Tim ini terbentuk setelah mereka mengikuti workshop Indonesian Youth Marine Debris Summit (IYMDS) di Jakarta untuk 70 pemuda yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia pada 24-29 Oktober 2017 lalu.
Untuk pendanaan, tim ini memperolehnya dengan menggalang dana lewat platform penggalang dana terbesar di Indonesia melalui link kitabisa.com/fightforcleanocean. Rencananya, Recycling center akan dibangun tepatnya di Kelurahan Lasoso Kota Palu. (RMT)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.