Home Berita Acungkan “Kartu Kuning” ke Jokowi, Ini Alasan Ketua BEM UI

Acungkan “Kartu Kuning” ke Jokowi, Ini Alasan Ketua BEM UI

1
0

LPMQALAMUN.id- Ketua BEM UI, Zaadit Taqwa mengungkapkan, alasan kartu kuning yang diberikan kepada Jokowi adalah bentuk peringatan atas berbagai masalah yang terjadi di dalam negeri.

“Sudah seharusnya Presiden Joko Widodo diberi peringatan untuk melakukan evaluasi di tahun keempatnya” ungkap Zaadit seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (2/2/2018).

Dalam tahun keempat pemerintahan Jokowi kata Zaadit, ada sejumlah hal yang menjadi sorotan BEM UI.

Diantara masalah tersebut yakni, isu gizi buruk di Asmat, isu penghidupan kembali dwifungsi Polri/TNI, dan penerapan peraturan baru organisasi mahasiswa.

“Masih banyak isu yang membuat masyarakat resah atas kondisi Indonesia,” kata Zaadit.

BEM UI mempertanyakan mengapa gizi buruk masih terus terjadi meski Papua memiliki dana otonomi khusus (Otsus) yang besar.

Berdasarkan data Kemenkes menyebutkan, terdapat 646 anak terkena wabah campak dan 144 anak menderita gizi buruk di Asmat.

Sedangkan dana Otsus untuk Papua pada tahun 2017 mencapai Rp 11,67 triliun, yaitu Rp 8,2 triliun untuk Provinsi Papua dan Rp 3,47 triliun untuk Provinsi Papua Barat.

Ia juga menyoroti langkah pemerintah mengusulkan Asisten Operasi Kapolri Irjen Mochamad Iriawan sebagai penjabat gubernur Jabar dan Kadiv Propam Polri Irjen Martuani Sormin sebagai penjabat gubernur Sumut. Langkah ini dinilai memunculkan dwifungsi Polri/TNI.

“Hal tersebut dikhawatirkan dapat mencederai netralitas Polri/TNI,” kata Zaadit.

Kemudian, pada isu terakhir, BEM UI juga menyoroti adanya draf peraturan baru organisasi mahasiswa (Ormawa).

Aturan baru itu dinilai mengancam kebebasan berorganisasi dan gerakan kritis mahasiswa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.