Come back to Pancasila

Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia dimana eksistensinya masih berlaku dan tetap akan dipertahankan dalam mengikat atau mempersatukan bangsa Indonesia. Pancasila tidak pernah menjelaskan adanya perbedaan dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara. Justru pancasila yang menjadi jembatan pemersatu dalam keberagaman yang ada di Indonesia. Dengan latar belakang masyarakat yang majemuk dari berbagai aspek, tetapi bisa hidup berdampingan.

Saat ini banyak ideologi yang berkembang yang mengancam pancasila baik dari eksternal maupun internal. Adapun yang dari luar misalnya Individualisme dan kapitalisme. Sementara dari dalam khususnya pada agama mayoritas yakni keberadaan ekstrim kanan yang bersikap fundamentalisme yaitu fanatik terhadap paham agama sehingga seluruh paham yang berbeda dengan paham mereka divonis sesat atau kafir sedangkan yang dimaksud dengan ekstrim kiri yakni sikap liberalisme yang menganggap semua agama sama. Menurut referensi penulis kedua paham yang telah dijabarkan belum mampu menciptakan konsep Islam yang rahmatan lil alamin maka salah satu paham atau sikap berfikir yang harus diterapkan adalah paham moderatisme. Sikap moderat dalam beragama ditunjukkan ketika penganut agama tidak berlebih-lebihan, menjaga kesimbangan dan memilih jalan tengah. Islam sangat mengutamakan sikap moderat atau seimbang dalam segala hal. Lawan moderat adalah radikal dan ekstrim. Dalil “dan kami jadikan kamu umat tengah dan pilihan” (al-Baqarah:143).

Come back to Pancasila, keberhasilan pancasila sebagai falsafah dan dasar bernegara di Tanah Air karena dukungan yang besar dari umat Islam, khususnya Nahdlatul Ulama dan Muhammadyah, kedua ormas ini mendukung nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila bahkan mengkampanyekan. Sejak awal kedua ormas ini menganggap pancasila sebagai ideologi final untuk menjaga serta merawat keberagaman bangsa Indonesia. Pancasila adalah perjanjian leluhur yang sudah disepakati para pendahulu kita, pancasila perlu dilestarikan dengan baik (al muhafadzah’ala qadimis shalih) karena pancasila merupakan karya terbaik dari pendiri bangsa yang dihadiakan kepada anak cucu untuk melanjutkan perjuangan kemerdekaan.

Maka, tugas kita saat ini dan kedepan adalah bagaimana memperlakuan pancasila sebagai jalan hidup kita (way of life) dalam berbangsa dan bernegara dengan perasaan cinta. Ketika kita bisa menumbuhkan kesadaran kolektif dan menjalankan hubbul wathan minal iman berdasarkan ruh kepancasilaan, kita akan loyal dan berdedikasi untuk menjaga negara Indonesia dari segala macam tantangan dan ancaman dari berbagai penjuru.

Hanya saja yang terjadi sekarang ini fenomena kecenderungan perilaku dan kepribadian generasi muda saat ini semakin menjauh dari nilai-nilai Pancasila dan kehilangan jati diri sebagai suatu individu yang berakar dari nilai-nilai luhur budaya bangsa. Generasi muda mulai tergerus oleh globalisasi dan telah terkontaminasi dengan budaya asing yang jelas-jelas tidak sesuai bahkan tidak cocok dengan bangsa Indonesia. Untuk itu let’s come back to Pancasila, generasi muda mulailah dengan memviralkan, memaknai dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam berkehidupan agar menjadi filter untuk mempertahankan jati diri bangsa Indonesia dari virus-virus asing dan jadikan pancasila sebagai sumber gerakan titik temu, titik sepakat dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara tanpa mempersoalkan latar belakang suku, ras dan agama.

Setelah mengikuti kegiatan LYC yang diadakan oleh Nusa Tenggara Center Wawasan telah terisih dengan nilai-nilai yang tertuang dalam Pancasila sehingga menghadirkan sikap nasionalisme dan menolak paham radikalisme, ekstrimisme dan kekerasan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan harmonis dalam berkehidupan dengan latar belakang suku, ras dan agama yang berbeda. Dengan adanya kesempatan terpilih lewat seleksi berkas dengan pendaftar 2000 orang dan yang terpilih hanya 200 peserta dari PTKIN se-Indonesia saya Sri wachyuni salah satu mahasiswa perwakilan dari kampus IAIN Palu jurusan Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam berkesempatan mengikuti mentoring kebangsaan yang menolak paham garis keras di kalangan anak muda. Salam agen perdamaian “Jadilah virus-virus perdamain yang tidak mempropokasi tapi memberi solusi.”

Ditulis oleh Sri Wachyuni mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Islam, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *