Jalur Kampus Dikembalikan Seperti Masa STAIN

Beberapa waktu lalu, pihak kampus mengembalikan kebijakan jalur keluar kampus yang mulanya di depan auditorium ke samping gedung FSEI.

Hal tersebut sengaja dilakukan dengan alasan aspirasi dari para Dosen.

“Alasannya banyak, termasuk mendengarkan aspirasi dari dosen-dosen, bahwa penggunaan jalan itu harus seperti ini modelnya,” ujar Warek Bidang Administrasi Umum, Dr Kamaruddin saat ditemui LPM QALAMUN di ruang kerjanya, Rabu (13/2/2018).

Menurutnya, aspirasi tersebut sudah lama dilontarkan oleh kalangan dosen kampus. Kemudian ia juga beralasan, bahwa hal tersebut sebagai antisipasi karena jalur di depan rektorat telah dijadikan jalur lalu lintas.

“Kita tidak tahu yang mana mahasiswa, mana masyarakat akademik dan mana masyarakat biasa,” katanya.

Lebih jauh Kamaruddin menjelaskan, sebenarnya jalur di depan rektorat tetap difungsikan, hanya saja tidak diperuntukan bagi masyarakat kampus secara umum. Seperti ketika ada tamu, termasuk rektor jika sewaktu-waktu ingin lewat di gerbang depan rektorat.

Salah satu satpam di IAIN Palu, Thamrin menjelaskan bahwa kebijakan itu menurutnya untuk menciptakan kenyamanan masyarakat kampus dalam berkendara. “Kenyamanannya saja, tidak ada ide atau apanya yang lain,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa sebelum peralihan status dari STAIN menjadi IAIN, jalur kampus adalah seperti sekarang. Namun jalur tersebut di diubah di masa Zainal Abidin untuk menghindari kecelakaan lalu lintas.

Adapun jalur kampus yang sekarang digunakan, masyarakat kampus masuk melalui gerbang depan auditorium, memutar di depan rektorat kemudian keluar di samping gedung FSEI.

Untuk penyebrangan di depan gedung Dakwah lama, tetap dilarang untuk mengantisipasi tabrakan pengendara yang akan menuju ke rektorat. (Anc)

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *