Home Berita Rektor: Ketua Lembaga Harus Bertanggung Jawab dan Punya Loyalitas Terhadap Lembaganya

Rektor: Ketua Lembaga Harus Bertanggung Jawab dan Punya Loyalitas Terhadap Lembaganya

0
0

LPMQALAMUN.id– Pelantikan SEMA, DEMA dan Ketua-ketua UKM Istitut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu di auditorium IAIN Palu, Selasa (13/3/2018) berjalan dengan lancar.

Pelantikan tersebut sekaligus dirangkaikan dengan penandataganan naskah MOU IAIN Palu dengan Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah. Penandatangan naskah MOU tersebut sebagai bentuk kerja sama antara Bawaslu dan IAIN Palu dalam hal pengawasan terhadap pemilihan umum yang nantinya akan melibatkan mahasiswa turun langsung untuk memilih calon pemimpinnya.

Menurut ketua Dema, Takdir, kehadiran Bawaslu hanya sebagai sarana pengawasan saja, karena yang berperan dalam hal ini adalah mahasiswa.

“Adanya kerja sama antara kampus dan Bawaslu ini sangat penting,karena manfaat dan keuntungannya dapat dirasakan oleh mahasiswa dan Bawaslu sendiri,” ujar Takdir saat ditemui LPM QALAMUN diakhir pelantikan.

Adanya campur tangan dari Bawaslu ini, dapat menjadi semangat bagi ketua SEMA, DEMA, maupun para ketua UKM institut untuk menjadi pemimpin yang bertanggung jawab.

Ketua ketua UKM yang telah dilantik akan menjadi perpanjangan tangan bagi mahasiswa terhadap istitut, maka dari itu selain menjadi ketua-ketua lembaga yang pandai berbicara, mereka juga harus mampu bersaing dalam bidang akademik. Sehingga dapat menyeimbangkan antara keduanya, dan seluruh kebijakan di istitut harus conect dengan yang ada di kampus.

“Orang yang sukses itu adalah orang yang memiliki banyak teman, memiliki kerja sama simbiosis mutualisme agar dapat menjadi pemimpin yang amanah dan disenangi oleh masyarakatnya,” ujar Rektor IAIN Palu Saggaf S Pettalongi.

Menurut Saggaf, ia menaruh harapan besar kepada Para ketua lembaga yang telah dilantik dan terpilih, agar menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, punya loyalitas terhadap lembaganya, dan dapat meyeimbangkan antara akademik dan organisasi.

“Meskipun dalam pengabdiaannya tidak mendapatkan sepeser rupiah namun, ada pengalaman hidup yang dapat diambil untuk bekal menjadi orang saat tidak menyandang status mahasiswa lagi,” ujarnya.

Wartwan: Wulandari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.