Patahan Pilu Peri Biru

*Puisi* oleh Permata putih

Aku pernah bermimpi
Ada peri biru berlari diantara dandelion

Tak mampu terbang
Sayapnya robek sebagian

Kaki kecilnya luka penuh duri
Senyumnya tangguh terlihat
Walau derita menggunung di hati
Dengan bisikan riangnya melompat tak kenal arah

Terserah dengan waktu
Hendak berhenti atau berlari pergi

Terserah senja yang pilu
Hendak jingga atau memerah

Apa perdulinya yang bahagia?

Tetap saja langkah itu menapaki kamelia putih diujung rasa pahit
Serahnya malu bergumal di angin
Atau awan yang tengah mesra bersama nelangsa dandelion

Mata malaikat tau apa itu dusta
Tapi bisikan manis iblis samar bergema

Ku tau buih itu berisi rindumu yang senyap

Entahlah…

Mungkin pohon tua itu punya pelukan hangat
Dalam dekpn erat jiwamu yang tertangisi

Kemarilah…

Tatap pilu itu bersama dalam diam dan tawamu

Penulis adalah mahasiswi jurusan TBI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *