Poso Juga “Digoyang”

Gempa kembali mengguncang, belum sehari sudah tiga gempa bergetar pagi kemarin, (9/10/2018). Yang ketiga adalah Gempa berkekuatan 4,8 SR pada pukul 05 : 59 di 37 KM barat poso dan membuat masyarakat panik serta was-was dalam mengawali kegiatan. Mengingat mereka masih trauma akan tragedi gempa 7,4 SR yang disusul tsunami dan likuifikasi tanah di Palu, Donggala dan Sigi pada jumat (28/9) lalu.

Bencana alam itu menyisakan banyak luka, berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bancana (BNPB) per 04 Oktober 2018 adalah :
1. Korban jiwa meninggal 1.558 jiwa.
2. Korban hilang 113 jiwa.
3. Korban tertimbun 152 jiwa.
4. Korban luka-luka 2.549 jiwa.
5. Rumah rusak 65.733.
Serta pengungsi 70.821 jiwa di 147 titik pengungsian yang tersebar.

“Data ini bisa saja berubah seiring perkembangan selanjutnya,” tulis Offisial BMKG dan BNPB di akun instagramnya.

Data ini menjadikan salah satu tolak ukur pemerintah dalam menangani tanggap darurat bencana di Indonesia agar setidaknya dapat meminimalisir korban jiwa yang berjatuhan, seperti tata kota yang harus diperbaiki mengacu pada peta daerah-daerah yang rawan akan lumpur.

Juga akan disosialisasikannya tentang riwayat serta kemungkinan likuifikasi yang akan terjadi bila bencana datang. Sehingga warga lebih meningkatkan kewaspadaannya, tidak membangun di area-area rawan lumpur dan mengetahui jalur efakuasi ketika terjadi bencana alam.

Namun gempa pagi kemarin yang berpusat di pesisir Kota Poso ini tidak memicu tsunami dan tidak ada laporan kerusakan atau korban jiwa.

Sumber data :
Official instagram BMKG dan BNPB.

-Pilo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *