Home Essay Dinding Hijau Masih Terasa Asin

Dinding Hijau Masih Terasa Asin

156
0

Karya: Nabilah Alamri
Jurusan: Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir
Semester: satu

Keadaan yang sangat membingungkan, perasaan seperti apa yang pantas mewakili keadaan ini. Apa hanya saya yang rasakan kepedihan alur kita yang mulai nampak salah arah?, tidak tahu akan mengarah kemana, tapi yang pasti ia telah keluar dari jalurnya. lalu bagaimana? ketika yang diatas membisu?, lalu bagaimana ketika kesalahan besar dianggap kecil? lalu bagaimana dengan nantinya?

Tahu kah bagaimana iblis menggoda anak Adam untuk bermaksiat kepada Allah swt? Tidak sekaligus, karena peluang gagal akan besar bagi kaum beriman. Tapi pelan-pelan, sedikit demi sedikit sehingga tanpa sadar jarak itu semakin jauh. Kau takut menyakiti hati manusia demi membela hukum Allah, kau takut ancaman yang keluar dari lisan mereka melebihi pedihnya api neraka yang sudah jelas adanya dan selebihnya kau takut pena ku berdiri diatas kertas. Maka katakan kepadaku, masih bisakah aku percaya padamu?

Kita mahasiswa kaum muda berpikiran terbuka, kita terjun kedalam jurang yang orang tua tak akan mudah menggapainya. Kita melihat lebih banyak dari mereka tentang bagaimana dunia ini berproses secara kejam tanpa peraturan. Maka ketika kami bersuara, jangan tanya kenapa? dan jangan coba melarang, bukan karena kami ingin mencari perhatian, tetapi tingkah kalian sudah jauh dari jalur nya. Sampai kapan menunggu? kalimat seperti apa yang harus dikatakan lagi untuk kau sadar bahwa kita sudah jatuh! Sedalam apa kau ingin kita berada?

Pelan-pelan agama kita dikikis. Dimulai dengan dunia, pemerintahan negara-negara, dan apakah akan berakhir hilang oleh kita sendiri ?

Kau tak bisa membodohi mereka! mereka bukan anak kemarin yang bisa kau suap dengan 80 juta, mereka bukan anak ingusan yang akan berlari padamu dengan alasan cinta, mereka bukan anak bodoh yang tahu sesuatu itu buruk namun masih di bela karena nafsu, dan mereka bukan bagian dari sekelompok orang yang membentak orang tua karena ilmu.

Tapi mereka adalah hamba Allah, para tentara Allah yang akan siap membela agama Allah ketika ada yang mencoba melecehkannya. Jadi jika kau tak mau bergerak, tak perlu khawatir. Pembela Allah selalu menang diatas musuh-Nya.

Malulah kita, sebagai mahasiswa dibalik dinding hijau yang masih terasa asinnya. Belumkah tiba waktu kita untuk bersujud kepada Allah? harus bagaimana lagi Allah memanggil kita?

Ketika salah maka ia tetap salah. Ia takkan berubah dengan alasan apa pun. Mari, bersama kita melihat kebelakang, mengingat dosa dan bertaubat kepada Allah swt.

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam KERUGIAN, kecuali orang-orang yang beriman dan mengejarkan kebajikan serta saling menasehati dalam KEBENARAN dan saling menasehati dalam kesabaran.” (Q.s Al-‘Asr [103] : 1 – 3).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.