Home Berita Penyaluran Donasi Oleh Relawan IAIN Telah Selesai

Penyaluran Donasi Oleh Relawan IAIN Telah Selesai

80
0

Palu, lpmqalamun.Id– Penyaluran bantuan untuk korban bencana longsor dan banjir bandang di Kabupaten Gowa dan Jene Ponto Sulawesi Selatan telah selesai. Jumat, (08/02/2019).

Aliansi mahasiswa IAIN Palu peduli Sul-Sel bekerja sama dengan mahasiswa UIN alaudin Makassar telah menyalurkan bantuan kepada korban longsor di Kabupaten Gowa tepatnya di Kecamatan Sapaya, pada tanggal 3-4 Februari bantuan disalurkan langsung ke rumah-rumah warga yang selama ini bantuan tertumpuk di posko induk.

Darwis selaku ketua posko Kecamatan Sapaya mengatakan bahwa dia bersyukur karena bantuan-bantuan sudah tersalurkan.

“Alhamdulillah sampai sekarang ini kebutuhan masyarakat sudah terpenuhi, semua bantuan yang di berikan oleh pihak pihak luar sudah tersalurkan”, ujarnya.

Salah satu korban bencana saat di temui LPM Qalamun menyampaikan keluhannya karena saat itu banyak bantuan yang belum tersalurkan.

“Selama ini kami cuma makan mie dan ikan garam”, ujarnya.

Sampai sekarang korban jiwa di Kabupaten Gowa sekitar 28 orang dan pencarian pun sudah di hentikan dan untuk di kabupaten Jene Ponto tepatnya di dusun Sampeang, sebagian besar warga kehilangan rumahnya karena hanyut tersapu air.

Dan untuk penyaluran bantuan bencana di Kabupaten Jene Ponto aliansi mahasiswa IAIN Palu bergerak mulai dari tanggal 6-7 Februari.

Asri Wijaya selaku Polisi di daerah itu mengatakan bantua bagi masyarakat yang mengungsi di tenda telah tersalurkan.

“Untuk bantuan sudah masuk semua untuk masyarakat yang tinggal di tenda-tenda pengungsian dan untuk korban jiwa sejauh ini sudah di temukan 15 orang tapi masih banyak yang terbawa air”, ujarnya.

Kepala Desa Kayu Loe juga mengatakan masyarakat saat ini sangat membutuhkan selimut dan alat masak.

Rezky S. Talaga salah satu relawan dari aliansi mahasiswa IAIN Palu mengatakan kendala dalam penyaluran donasi dikarenakan tempat pembelian logistik yang jauh dan harus menyesuaikan dengan kebutuhan para pengungsi.

“Penyaluran donasi terlalu memakan waktu karena kita harus survei langsung apa yang di butuhkan oleh korban sementara untum membeli setiap kebutuhan itu kita harus ke Makassar atau Kabupaten Gowa”, ujarnya.

Wartawan: DYT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.