Home Berita HMJ PIAUD Adakan Kegiatan Tangan Ajaib Bunda Yanda

HMJ PIAUD Adakan Kegiatan Tangan Ajaib Bunda Yanda

91
0

PALU, LPMQALAMUN.id- Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu gelar kegiatan perdana yakni Pelatihan Pembuatan Alat Permainan Edukatif. di Aula IAIN Palu. Rabu, 01/05/2019.

Kegiatan dengan tema “Tangan Ajaib Bunda dan yanda” tersebut bersumber dari dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan penjualan tiket.

Kegiatan tersebut di buka langsung oleh bapak Rusdin selaku bidang kemahasiswaan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK). Yang juga dihadiri oleh Hikmaturrahma selaku Sekertaris Jurusan (SEKJUR) PIAUD beserta ketua-ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Organisasi Kegiatan Mahasiswa (OKM) IAIN Palu.

Tri Widya Candra selaku ketua panitia, berharap kegiatan tersebut dapat bermanfaat sehingga dapat melatih keterampilan dalam membuat mainan.

“Terkhusus dari jurusan PIAUD yang memang sangat diharuskan untuk bisa sekreatif mungkin dalam membuat alat permainan edukatif karena dengan membuat permainan sendiri permainannya itu tidak kala menarik,” ujarnya.

Ketua HMJ PIAUD Okta Silviana berharap Bunda dan Yanda PIAUD mempunyai kreativitas-kreativitas yang lebih. Agar kedepannya bisa menjadi bekal untuk turun di sekolah-sekolah

Okta Silviana juga menjelaskan tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk menjalin silatirahmi antara semester 2 sampai semester 8.

“Karena dipelatihan ini kami merangkul kaka-kaka dan juga adik-adik dari semester 1 sampai dengan semester 8,” ujarnya.

Hikmaturrahma sangat mengapresiasi kegiatan tersebut karena merupakan hal yang sangat penting, menurutnya alat permainan edukatif merupakan salah satu sarana stimulus pengembangan anak usia dini, baik secara indranya maupun secara pengembangannya.

“Semoga selanjutnya bisa memberikan agenda dan program kerja yang dapat menambah kompetensi,” harapnya.

Dalam sambutannya Rusdin sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia mengatakan perspektif calon pendidik PIAUD harus lebih jauh kedepannya dibanding calon pendidik di SD, SMP dan SMA. Menurutnya tenaga pendidik di PIAUD tergolong gampang-gampang susah, alasannya tingkat adaptasi terhadap anak usia dini harus lebih baik.

Rusdin juga menekankan untuk melengkapi dokumentasi kegiatan tersebut karena sebagai acuan akreditasi lembaga. Harapnya kegiatan tersebut dapat berlanjut di kepengurusan selanjutnya dan juga permainan yang diciptikan bermakna pendidikan.


Wartawan: Chyn dan Nrl

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.