Nobar Dan Bedah Film SEMA IAIN Palu Harap Hidupkan Seni Diskusi

PALU, LPMQALAMUN.id- Senat Mahasiswa (SEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu lakukan kegiatan bedah film yang berjudul “Asimetris”, yang dilaksanakan di halaman gedung SBSN IAIN Palu. Jum’at, (27/07/ 2019).

Film Asimetris ini merupakan film dokumenter tentang perkebunan kelapa sawit yang diikuti oleh mahasiswa IAIN Palu dan mahasiswa UNTAD.

Agus Prastiyo selaku ketua SEMA IAIN palu mengatakan bahwa SEMA IAIN PALU yang notabenenya sebagai lembaga legislatif tidak mau terjebak dalam konteks program-program yang sudah sering dilakukan sebagai lembaga pengawas di kampus.

“Hal-hal yang sedemikian seperti, mengadakan nobar dan bedah film ini untuk kembali menumbuhkan marwah kemahasiswaan dan menghidupkan seni-seni diskusi, bertukar pendapat serta menganalisis persoalan-persoalan ataupun kebijakan yang ada diluar atau yang menimpa masyarakat dan untuk memberikan pemahaman dan kepekaan sosial kepada kawan-kawan mahasiswa,” ujarnya.

“Kedepannya insya Allah kami akan tetap melaksanakan diskusi-diskusi seperti ini melakukan pembedahan film dan juga pembedahan buku,” tambahnya.

Agus berharap kegiatan yang dilakukan SEMA IAIN Palu bisa menginspirasi dan dijadikan bahan yang menarik untuk didiskusikan oleh kawan kawan UKM/OKM dalam mengasah pemaham serta bertukar pendapat bersama kawan-kawan lainya.

“Menumbuhkan jiwa kritis dan cerdas dalam menganalisis persolan dan semoga saja kegiatan seperti ini bisa dihidupkan serta dikembangkan dikalangan mahasiswa lainya,” harapannya.

Disamping itu Afdal salah satu mahasiswa yang hadir dalam bedah film mengatakan ada beberapa yang harus kita petik dari film Asimetris yang bercerita tentang perkebunan kelapa sawit khusus Kabupaten pasang kayu, Sulawesi Barat yang telah menjadi korban dari perkebunan kelapa sawit.

“Dampak dari kelapa sawit itu lebih banyak negatifnya dari pada positifnya baik dampak konflik agraria maupun lingkungan,” ujarnya.

“Kami sebagai masyarakat yang bertani kelapa sawit disana salah satunya adalah korban dari konflik agraria dan pencemaran lingkungan bahkan nyawa sebagai taruhannya dan kabupaten pasang kayu menjadi pelajaran bagi masyarakat Sulawesi Tengah sebelum pengolahan perkebunan kelapa sawit dilakukan di Sulawesi Tengah,” tambahnya.

Wartawan: AHM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *