Home Berita Tuntut Birokrasi Atas Kecelakaan Bus Peserta KKN, Aliansi Mahasiswa Lakukan Aksi

Tuntut Birokrasi Atas Kecelakaan Bus Peserta KKN, Aliansi Mahasiswa Lakukan Aksi

0
0

PALU, LPMQALAMUN.id- Aliansi mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu melakukan aksi menuntut pihak Birokrasi. Senin, (29/07/2019).

Aksi tersebut menuntut pihak kampus agar bertangung jawab atas terjadinya kecelakaan yang menimpa mahasiswa kkn 2019, meminta pihak kampus agar mempercepat pencairan dan Bidikmisi 2017, melengkapi fasislitas kampus dan mentrasparansikan dana KKN 2019.

Andry selaku Presma dalam orasinya meminta pihak kampus bertangung jawab atas insiden yang di alami mahasiswa KKN serta mempercepat pencairan bidikmisi 2017.

“Bus yang mengangkut mahasiswa KKN mengalami kecelakaan di bagian dongala itu artinya apa!, panitia KKN 2019 itu adalah gagal, Rektor pun gagal karena hampir membahayakan mahasiswa untuk itu kami meminta pihak kampus untuk bertangung jawab atas insiden itu,” ujarnya.

“Belum lagi kita melihat sampai saat ini pihak kampus memperlambat pencairan bidikmisi angkatan 2017 dan fasilitas perpustakaan belum di lengkapi serta fasilitas kampus lainnya,” tegasnya.

Dalam hal ini presma juga meminta transparansi dana KKN “Karna kami melihat bus yang kemarin di gunakan tidak layak pakai, kalau kemudian dana itu banyak kenapa tidak menyewa bus VIP yanh layak?,” tambahnya.

Disamping itu Ketua panitia KKN mengklarifikasi atas tuntutan masa aksi yang menuntut tangung jawab atas kecelakaan bus dan transparansi dana.

“Masalah kendaraan kami sudah berkordinasi dengan pihak dinas perhubungan yang menjadi mitra kerja kita dalam soal memfasilitasi kendaraan pelaksanaan KKN, bahwa mobil yang di pakai untuk menjemput itu juga mobil yang di pakai mengantar,” ungkapnya.

“Menurut pak Hamza yang menangani mobil andai kata mobil itu bermasalah pasti tidak akan di pakai menjemput dan untuk transparansi dana KKN, perlu anda ketahui bahwa dana yang di pakai itu hanya untuk di pakai satu gelombang, namum pimpinan mengatakan bahwa akan di adakan dua gelombang sehingga dana tersebut di bagi dua,” tambahnya.

Wakil Rektor bidang Administrasi umum, Perencanaan, dan Keuangan pun memeberikan tanggapan, alasan KKN diadakan dua gelombang.

“Kenapa KKN dibagi dua gelombang karena itu adalah kebijakan pimpinan, karena itu adalah tuntutan borang bahwa kita mengadakan dua kali KKN, agar mahasiswa lebih cepat atau awal selesai dan kemudian persoalan perpustakaan berdasarkan aturan harus di lelang dulu, harus di kedepankan inshaallah selesai 2019,” ucapnya.

“Mengenai perseoalan toilet nanti saya koordinasikan dengan bagian umum yang terkait dengan itu,” tambahnya.

Wartawan : Mr/Ra

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.