Nobar Dan Bedah Film Sexi Killers SEMA Harap Bangun Jiwa Kritis MABA

PALU, LPMQALAMUN.id– Nonton bersama dan bedah film “Sexi Killers” oleh Senat Mahasiswa (SEMA) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu. Jum’at, (13/10/2019).

Kegiatan nonton bersama dan bedah film ini, yang kedua kalinya dilakukan oleh SEMA IAIN PALU bertempat di Plantaran gedung SBSN IAIN Palu pada malam hari dengan narasumber Bpk. Isnan S.Th., M.SI. Selaku Dosen IAIN Palu dan Bpk. Idris Mamonto S.H., M.H. Sebagai pakar Politik dan Hukum yang dimoderatori oleh Muhajirin selaku ketua Komisi II SEMA IAIN PALU.

Agus Prastiyo selaku Ketua SEMA IAIN Palu mengatakan nobar dan bedah film ini untuk mengembangkan budaya-budaya diskusi dilingkungan mahasiswa.

“Melalui nobar dan bedah film yang tadi malam dilaksanakan itu adalah bagian dari pengembangan intelektual, output nobar dan bedah film ini mendapatkan bekal pengetahuan terkait film yang didiskusikan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan kegiatan ini sangat bagus untuk para mahasiswa baru

“Film sexi killers ini menurut saya sangat bagus untuk dijadikan referensi apalagi kami putar di awal-awalnya mahasiswa baru dan melihat mahasiswa baru ikut andil dalam bedah film ini intinya memberikan kecerdasan secara pikiran maupun kesadaran melalui hati dan bertindak secara nyata”, tambahnya.

Agus juga menegaskan nobar dan bedah film ini akan terus dikembangkan.

“Jika melihat dan berkaca dari nobar dan bedah film pertama saya rasa tetap perlu dikembangkan dan diadakan SEMA IAIN Palu maupun masyarakat umumnya turut andil dan melibatkan diri dalam agenda ini karena itu menjadi sipirit SEMA IAIN Palu untuk terus mengembangkannya,” tegasnya.

Adapun nobar dan bedah film ini diikuti oleh mahasiswa IAIN Palu, Permuja Condrodimuko, dan Masyarakat umum.

Isnan sebagai narasumber pada malam itu mengatakan bahwa film ini aktual dan fenomenal di masyarakat disamping baru diproduksi isunya juga menyentuh.

“Kita belajar sesuatu yang diluar pelajaran-pelajaran mata kuliah di kampus dan kegiatan-kegiatan seperti ini diperbanyak, dipersering, dan ditingkatkan akan membuat mahasiswa terlatih dalam berdiskusi,” ujarnya.

Takalah dari itu Idris sebagai narasumber juga pada malam itu menanggapi bahwa kegiatan ini cukup luar biasa.

“Kegiatan ini bisa memancing minat mahasiswa baru untuk membudayakan membaca, mengkritisi hal-hal yang tidak sesuai sosial masyarakat ataupun yang tidak sesuai aturan,” ungkapnya.

Disamping itu Fachry Dahlan sebagai mahasiswa yang hadir pada saat itu mengatakan kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mempunyai pesan dan kesan dimana dari hasil diskusi tadi teman-teman mahasiswa terbangun jiwa kritisnya untuk lebih menyuarakan hak-hak rakyat terutama penambangan batu bara yang sangat beresiko di masyarakat.

Wartawan: AHM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *