Aksi Jilid II Berakhir Damai Tuntutan Diterima Dan Siap Ditindak Lanjuti

PALU, LPMQALAMUN.id– Setelah beberapa kali melakukan negosiasi dengan aparat kepolisian, aliansi mahasiswa se-Kota Palu mengutus tim delegasi untuk menindak lanjuti tuntutan yang belum diindahkan pada aksi unjuk rasa yang pertama. Selasa, (01/10/2019).

Tim delegasi tersebut berjumlah 40 orang mahasiswa yang terdiri dari kampus IAIN Palu, UNTAD, STIE Panca Bhakti, UNISA, UNISMU, dan STIA yang berlangsung di ruangan rapat kantor DPRD Sulawesi Tengah.

Wiwik Jumatun salah satu anggota DPRD Sulteng saat bertemu delegasi masa aksi menyatakan pihak DPRD Sulawesi Tengah telah menerima dan mendukung tuntutan masa aksi.

“Kami menerima kunjungan ini tetapi, bukan kami yg menyelesaikannya kami hanya memfasilitasi, menyampaikan, menyalurkan apa yg adik-adik sampaikan kepada kami,” ujarnya.

“Tadi, sudah saya sampaikan pada staf tolong tuntutan ini disampaikan ke DPR RI dan kepada kesekretariatan presiden,” tambahnya.

Terakhir ia juga mengatakan bahwa tuntutan yang berkaitan dengan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah akan segera ditindak lanjuti.

Rezaldi merupakan Salah satu delegasi masa aksi yang diutus kedalam kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah mengatakan saat dihubungi LPM QALAMUN bahwa sebagai mahasiswa merasa kecewa karena yang mahasiswa inginkan pertama berorasi didepan kantor DPRD tdk diberikan izin oleh pihak kepolisian.

“Dimana Kapolres Palu dengan tegas mengatakan tidak akan memberikan izin untuk masuk karena melihat kondisi masa aksi dan berkaca pada aksi tanggal 25 september yang lalu maka Korlap dan Jenlap rapat darurat kemudian di ajukan 50 orang perwakilan masuk kedalam Gedung DPRD, kemudian di tawar 40 orang dan disepakati bersama,” ujarnya.

Saya tentu kecewa terhadap perlakuan ini padahal kami melakukan aksi damai, tetapi saya tetap apresiasi kepada anggota DPRD yang sdah mau berdialog dengan mahasiswa kemudian mendukung aspirasi yang dibawa oleh mahasiswa,” tambahnya.

“Harapan saya kedepannya khususnya pihak kepolisian jangan terlalu represif dengan masa aksi karna melihat beberapa aksi sebelumnya yang mana pihak kepolisian kehilangan fungsi mengayomi masyarakat,” harapnya.

“Alhamdulillah diaksi Jilid II aliansi mahasiswa se-Kota Palu ini tidak ada korban dan semua berjalan lancar, dan untuk DPRD tentunya secepatnya menyampaikan aspirasi mahasiswa kemudian jangan kaku dengan Demokrasi dan demonstrasi yg dilakukan mahasiswa karna mahasiswa itu makhluk yang terpelajar,” tegasnya.

Wartawan : N-N/SA/AHM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *