Home Berita Akreditas Jurusan Berakhir Mahasiswa KPI Terancam Gagal Wisuda

Akreditas Jurusan Berakhir Mahasiswa KPI Terancam Gagal Wisuda

8
0

PALU, LPMQALAMUN.id- Akreditasi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) telah berakhir, banyak mahasiswa terancam gagal wisuda. Kamis, (31/10/2019).

Fitri selaku Sekertaris Jurusan (SEKJUR) saat di temui LPM Qalamun menyatakan bahwa akreditasi jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPl) telah berakhir pada tanggal 18 juni 2019 dan sebelum tanggal tersebut mereka telah mengajukan perpanjangan akreditasi.

“Memang pada tanggal 18 juni 2019 itu telah berakhir masa akreditas jurusan KPI, namun kami telah mengupayakan pengajuan perpanjang tersebut pada akhir bulan maret 2019,” ungkapnya.

“Berkas serta persyaratanya itu telah kami kirim melalui sistem SAPTO berbasis online sesuai dengan sistem Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dan sekarang kita lagi menuggu prosesnya,” tambahnya.

Namun akibat dari banyaknya jurusan dan Universitas lain yg juga ingin di akreditasi oleh BAN-PT maka beliau mengatakan bahwa prosesnya membutuhkan waktu yang cukup lama di sebabkan adanya antrian berkas dari berbagai perguruan tinggi.

Beliau juga menuturkan bahwa jika mereka masih tetap memaksakan untuk melaksanakan acara wisuda pada tahun ini, maka seluruh mahasiswa dari jurusan KPI tidak akan di akui kelulusanya di karenakan tidak adanya akreditas dari jurusan tersebut.

“Apabila setelah melaksanakan wisuda, akreditasi belum juga keluar, maka kedepanya ijazah dari mahasiswa KPI tidak di akui karena jurusanya belum terakreditasi,” ujarnya.

Beliau juga menegaskan bahwa masih ada tahapan-tahapan yang harus di lalui dalam pengakreditasian, misalnya uji assessment kelayakan dan jika dinyatakan lulus maka berlanjut lagi uji assessment lapangan.

Beredar informasi bahwa BAN -PT kehabisan anggaran untuk assessment lapangan sehingga menurut ibu Fitri itu menjadi salah satu penyebab lambatnya proses pengakreditasian.

“Kami telah mengirim apa-apa saja yang menjadi persyaratanya, artinya kewajiban dari institut itu telah kami laksanakan, sekarang tinggal tanggung jawab dari BAN-PT, tapi menurut informasi terakhir BAN-PT sedang kehabisan anggaran untuk assessment lapangan,” katanya.

Namun untuk kebijakan kampus, dia menyatakan bahwa kampus mengizinkan untuk ujian skripsi, namun tidak untuk yudisium.

Dia juga menegasakan bahwa acara wisuda dan uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) masih dalam tahap pembicaraan.

“Kami juga paham dengan apa yang di rasakan oleh mahasiswa terkait pembayaran uang SPP itu, namun kami juga masih coba membicarakan mengenai hal tersebut,” ujarnya.

Beliau juga berpesan kepada para mahasiswa agar jangan patah semangat untuk menyelesaikan skripsinya mengingat akreditas belum juga keluar. Dan juga beliau berharap agar secepatnya akreditas jurusan ini dapat di keluarkan agar mahasiswa akhir dapat di yudisium.

Wartawan : RA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.