Home Berita Berlokasi di kampus mahasiswa KKN gelombang pertama berjalan lancar

Berlokasi di kampus mahasiswa KKN gelombang pertama berjalan lancar

155
0

Palu LPMQALAMUN.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata(KKN) yang mendapat posko di Kampus Institut Agama Islam Negri (IAIN)Palu.kamis(13/02/2020)

Hari ke empat berjalannya mahasiswa KKN gelombang pertama  di posko Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam (FEBI) Dan Fakultas Syariah (FASYA) kampus IAIN berjalan lancar.
 
Yohansya  selaku mahasiswa KKN saat di temui crew LPM Qalamun mengkonfirmasi terkait dengan penempatan lokasi KKN di kampus.

“Kalau ingin dapat pengalaman,wawasan dan banyak ilmu itu sebenarnya di luar karena untuk menerapkan ilmu yang sudah kita timbah, namun untuk saya sendiri saya di rekomendasikan dari pihak Fakultas untuk melaksanakan KKN disini karena selain untuk melengkapi dari program-program kerja kita juga membantu administrasi FEBI itu menjadi alasan mereka merekomendasikan saya” ujarnya

Yohansya juga mengatakan bahwa sekarang sudah memasuki hari keempat di posko KKN .

“Untuk jumlah keseluruhan sekampus itu datanya 28 orang dan untuk FEBI sendiri 6 orang” tegasnya

“Adapun program-Program kerja kami yaitu kita masih fokus melengkapi fasilitas untuk mahasiswa seperti mading informasi selain itu untuk kebersihan kita pengadaan tempat sampah kemudian penghijauan dengan melakukan penanaman bibit pohon selain itu juga kita melengkapi fasilitas di ruangan ujian seperti spanduk jadi intinya fokus ke fasilitas” tambahnya

Salah satu mahasiswa KKN di posko itu pula yang berasal dari Fakultas Syariah mengatakan bahwa.
“Program kerja kami yaitu lebih fokus untuk ke bersihan lingkungan kampus seperti pembersihan selokan-selokan yang tersumbat kemudian juga nanti ada sesekali kita akan membersihkan masjid dan pengadaan sapu lidi dan tong sampah serta penghijuan seperti menanam pohon dan bunga agar tidak terlihat panas dan ada juga yang non fisiknya yaitu ada yang pergi mengajar mengaji di masjid” ujarnya

Ia juga menmbahkan bahawa mahasiswa Fakultas Syaraiah yang berposko di kampus yaitu sebanyak lima orang dan memilih untuk KKN di kampus.
“kebetulan orang tua sakit sakit jadi saya mengajukan untuk meminta dalam kota,”
tambahnya

Yohansya berharap untuk panitia KKN itu sendiri memikirkan kembali terkait mahasiswa yang KKN di kampus.

“Harapannya kedepan untuk lebih tertata lagi dari tujuan KKN sebenarnya jadi untuk panitia bisa memikirkan kembali apakah sebenarnya efektif atau tidak  KKN di kampus atau bagaimana,” harapnya.

Wartawan:Upil,fuu,WI,FT410

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.