Home Berita Akreditas Jurusan KPI masih menjadi problem, ini tanggapan SEKJUR dan Mahasiswa akhir

Akreditas Jurusan KPI masih menjadi problem, ini tanggapan SEKJUR dan Mahasiswa akhir

422
0

PALU, LPMQALAMUN.id – Akreditas Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu masih menjadi hambatan kelulusan mahasiswa. Jum’at (14/02/2020)

Akreditasi menjadi sebuah aset penting untuk menetapkan posisi sebuah lembaga institusi perguruan tinggi ataupun program studi, akreditasi juga merupakan tolak ukur bagi lembaga perguruan tinggi untuk memastikan lulusan tersebut layak karena dihasilkan dari proses pengelolaan yang terkawal dengan baik.

Hal ini pun berdampak pada sebagian mahasiswa semester akhir jurusan KPI yang dimana kegiatan Yudisium maupun pelaksanaan Wisuda mereka tertunda akibat akreditas jurusan yang masih terbilang C saat ini.

Irfan selaku mahasiswa semester akhir jurusan KPI ketika dihubungi crew lpm Qalamun melalui via telepon mengatakan bahwa dirinya cukup kecewa dengan informasi yang ia dapatkan bukan melalui langsung oleh pihak jurusan melainkan informasi dari grup media sosial saja.

“Saya cukup kecewa terhadap informasi yang hanya saya dapatkan melalui grup ke grup, tetapi saya juga paham situasi jurusan seperti apa,” ujarnya.

“Bahwasanya akreditas KPI telah ditetapkan C pada tanggal 14 januari kemarin, saya juga selaku mahasiswa akhir paham dengan situasi didalam jurusan dan tentunya pimpinan fakultas telah berupaya untuk meningkatkan atau mempertahankan akreditas ini yang sebelumnya terakreditasi B,“ tambahnya.

Terakhir Irfan berharap agar akreditas KPI dapat disegerakan agar mahasiswa baru nantinya tidak ikut merasakan dampaknya.

“Saya selaku mahasiswa semester atas mengingat adik-adik semester bawah, berharap agar akreditas dapat kembali seperti dulu atau sebisa mungkin dapat ditingkatkan lagi,” harapnya.

Disisi lain, Fitrianingsih selaku sekretaris jurusan KPI ketika ditemui crew lpm Qalamun menjelaskan informasi yang ia dapatkan dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT ) .

“Dikarenakan BAN-PT kehabisan anggaran untuk visitasi lapangan atau mengunjungi perguruan tinggi yang mengajukan akreditasi akhirnya kita tertunda akreditasinya, sedangkan jika tidak ada akreditasi seolah-olah perguruan tinggi tidak memiliki surat izin meluluskan ataupun kemudian mau menerima,” ujarnya.

Fitrianingsih juga menjelaskan, artinya pihak jurusan telah meminta ke BAN-PT untuk menyegerakan akreditasi karena hal itu bukan lagi kesalahan pihak jurusan. BAN-PT akhirnya menindak lanjuti dengan mengirimkan surat keputusan.

“Kemarin sekitar sepuluh mahasiswa jurusan KPI yang sudah selesai ujian tapi belum bisa diYudisium, karena ada resiko kedepannya terhadap penomoran ijazah nasional dan keluarnya disaat fase akreditas tidak boleh mengeluarkan lulusan dan itu statusnya akan dipertanyakan dan seperti tidak sah,” tambahnya.

Fitrianingsih juga mengatakan telah mendapatkan jawaban dari pihak BAN-PT untuk sementara, sebelum didatangi oleh BAN-PT, akreditasinya ditetapkan C sambil menunggu pihak BAN-PT melakukan visitasi lapangan.

“Kenapa bisa C ? karena kita juga terlambat untuk mengirim, deadline matinya akreditas KPI berdekatan dengan terjadinya bencana saat itu, tepatnya bulan Oktober. Akhirnya sebelum pengiriman, semua data dan file saat itu tidak bisa dikirimkan, ” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa BAN-PT juga telah memberikan perpanjangan waktu terkait pengiriman tersebut, akan tetapi statusnya tetap terlambat, karena keterlambatan inilah akreditas jurusan menjadi C. Jika dalam waktu dekat BAN-PT dapat melakukan visitasi lapangan, bisa saja akreditas berpeluang kembali seperti dulu.

Dengan adanya keterlambatan, pihak BAN-PT akhirnya mengeluarkan surat keputusan dan memutuskan pada peraturan baru no. 6 tahun 2019 tentang Penyelesaian Keterlambatan Proses Akreditasi pada BAN-PT dengan kebijakan memberikan “nilai sementara” sambil menunggu visitasi lapangan.

Dengan menunggu pihak BAN-PT melakukan visitasi lapangan dan Assesment Kelayakan (AK). Mahasiswa semester akhir yang telah ujian skripsi sudah dapat mengikuti Yudisium dan dapat diwisuda tahun ini.

“Banyak juga konfirmasi terkait akreditas ini, makanya saya memanggil mahasiswa-mahasiswa yang berada di kampung yang sudah ujian skripsi untuk datang kembali mengikuti yudisium, agar tahun ini sudah bisa diwisuda,” tambahnya.

Fitrianingsih juga menanggapi terkait permasalahan akreditasi terhadap lapangan pekerjaan mahasiswa nantinya.

“Sepengetahuan saya yang berbicara soal akreditasi hanya yang ingin mendaftar PNS, kalau pekerjaan lain dan melanjutkan studi, tidak menjadi masalah,” ujarnya.

Terakhir Fitrianingsih berharap agar pihak BAN-PT menyegerakan untuk visitasi lapangan terkait akreditasi jurusan KPI saat ini.

“Saya juga berusaha mengejar agar nantinya jurusan ini dapat kembali akreditasinya sepeti dulu atau lebih baik lagi,” harapnya.

Wartawan:Mars, WI, Upil, Fuu, Awlzh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.