Home Cerpen HUTAN YANG DILUPAKAN

HUTAN YANG DILUPAKAN

123
0

CERPEN KARYA
NAMA : MIFTAHUL JANNAH
JURUSAN : KPI (FUAD)
SEMESTER : II


Ini kisah ku tentang diriku yang tidak percaya akan mitos.

Ada suatu hutan didaerah ku namanya “hutan yang dilupakan”, konon katanya ketika kita memasuki hutan ini kita akan dilupakan oleh orang yang kita kenal. Mendengar mitos ini aku tertawa terbahak-bahak dan tertantang untuk memasuki hutan yang dilupakan itu. Aku mengajak saudari perempuanku, awalnya dia tidak mau tetapi setelah aku bujuk akhirnya pun dia mau.

Pagi itu tepat pada hari selasa kami meminta izin kepada orang tua kami dengan alasan study lapangan, dan akhirnya diizinkan. Kamipun pergi dengan membawa banyak bekal, karna mengingat saudariku tamak akan makanan. kami mulai berjalan menuju hutan yang dilupakan itu, setelah memasukinya kami melihat banyak pohon yang menjulang tinggi, awalnya kupikir itu pohon pinus tapi ternyata bukan, maklum karena aku bukan anak pendaki yang tau akan semua jenis pohon.

Sejam lebih kami memasuki hutan tersebut, ternyata kami tersesat dan perbekalanpun hampir habis.

“Ahh…sialan” ujar kakakku dengan nada kesal

“ini semua gara-gara kamu, ngapain juga kita masuk hutan ini”

Akupun menunduk dengan penuh rasa bersalah.Tak lama kemudian sayup-sayup kami mendengar suara seseorang yang bersenandung.

“Apakah kau mendengarnya..?” tanya kakakku

“iya aku mendengarnya” jawabku dengan nada takut”

Kamipun pun berjalan kearah semak-semak mengikuti asal suara itu, dan kakakku mengintip dibalik semak-semak dan dia melihat ada sebuah danau. Dan ditepi danau itu terdapat seorang perempuan yang sedang bersenandung. Kamipun hanyut dalam suara senandung itu, dan itu sudah diluar batas kesadaran kami.

Namun ketika kami berdua hampir mendekati wanita itu kakiku pun tiba-tiba tersandung. Dan aku pun langsung sadar tentang makhluk mitologis asal Yunani. Yang bernama “Siren”pemakan daging manusia. Aku ingin menyelamatkan saudariku, tetapi terlambat karena di sudah berada tepat didepan siren itu.

Akupun berlari sekencang mungkin dan pada akhirnya aku berhasil keluar dari hutan itu. Saat itu cuaca sedang mendung.

“ohh tidak, aku harus sesegera mungkin kembali kerumah” ucapku dengan mata yang berkaca-kaca.

Namun sepertinya aku memiliki nasib baik, tak lama dari itu aku melihat tukang ojek, lalu aku pun memanggilnya.

“mau kemana neng” tanya tukang ojek itu

“ke jalan kartini pak nomor 03 pak” jawabku dengan nafas yang masih terengah-engah

“emang buru-buru ya neng?” sambung tukang ojek itu

Akupun tidak menghiraukan pertanyaan dari tukang ojek itu, pikiranku hanyalah aku ingin pulang kerumah dan menceritakan semua yang terjadi pada ayah dan ibu.

“udah sampe neng” ucap tukang ojek itu
Akupun langsung bergegas turun dari motor dan membayar dengan sisa uang yang berada disakuku. Dengan tangan yang masih gemetar aku memberanikan untuk mengetuk pintu, ayahku pun keluar. Dengan air mata yang bercucuran aku pun memeluk ayahku sambil berkata.

“Ayah kaka yah..”

Ayahku memasang wajah kebingungan sembari berkata.

“kakak..? kakak siapa, saya tidak punya anak”

Ayahkupun langsung menutup pintu, dan aku mengetuknya kembali, ayahkupun kembali membuka sambil mendorongku.

“saya sudah bilang saya tidak punya anak, jadi silahkan kamu pergi” jawabnya dengan nada tinggi

Lalu tak lama kemudian ibuku keluar dan berkata

“pulanglah nak emosinya akhir-akhir ini naik turun, sebaiknya kamu pergi sekarang.” lalu ibu menutup pintu rapat-rapat.

Aku kaget melihat sikap mereka terhadapku. Seketika terlintas penyesalan dalam diriku. Aku ingin menagis sekuat mungkin, aku ingin memberitahukan kesemua orang tentang hutan yang dilupakan itu, namun semua sudah terlambat. Aku kehilangan kakakku, orang tuaku, dan juga orang-orang yang aku kenal. Rasanya sakit sekali jauh dari orang-orang yang aku sayang. Dan sekarang aku tidak tau entah kemana lagi aku harus pergi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.