Home Cerpen CINTA HANNA

CINTA HANNA

78
0

Cepen karya
Nama : Anisah Hapsari
Jurusan : PBA (FTIK)
Semester : 2

 Matahari pagi kini telah menembus jendela kamar Hanna, namun hanna masih tenggelam dalam tidur nya,Hanna masih merasa lelah karena harus mengerjakan tugas sekolah yang bertumpuk higgga ia tidur larut malam, Hanna merupakan siswi kelas 2 SMA di Kotanya. sekarang telah menunjukkan pukul 06:20 namun Hanna tak kunjung bangun sampai ia mendengar alarm paginya. Namun alarm pagi Hanna bukanlah berasal dari jam weker atau HP, yaa Alarm pagi hanna yaitu mendengar suara nyaring Hutomo dan sari, yaitu mama dan papa Hanna yang sedang bertengkar dan adu mulut yang membuat Hanna 3 tahun belakangan ini semakin terpuruk, tidak ada yang memperdulikannya, dan membuatnya  menjadi anak yang tertutup baik dirumahnya sendiri maupun disekolahnya.  

 Hanna beranjak ke kamar mandi dan bersiap-siap kesekolah, dengan menarik nafas panjang dan menitikan air mata, Hanna sebenarnya sudah terbiasa dengan keadaan ini, tapi walaupun begitu ia juga lelah dengan keadaan ini dan berdoa agar orangtua nya bisa seperti dulu lagi.
 
 Setelah bersiap-siap Hanna segera turun untuk sarapan dengan Bi Inah, orang yang menjaga hanna dari kecil saat orang tua hanna sibuk bekerja.namun saat hanna sedang sarapan, kedua orang tua nya mulai adu mulut lagi,“kamu itu maunya apa?kamu tega lakukan ini, kamu tidak kasihan sama Hanna? , dasar yaa lakilaki baj..” teriak mama hanna, “Plaakkk,, apa? Kamu mau bilang aku lakilaki apa Sari?” papa hanna menampar pipi istrinya itu yang membuat sukses airmata Hanna kembali mengalir deras. “Mama sama papa itu kenapa sih? Gak pernah bikin hidup Hanna senang, setiap hari berantem kalian gak cape? Papa juga kenpa sih mukulin mama terus, mama itu perempuan pah, papa jahat”teriak hanna “Jangan hanya papa yang kamu anggap jahat yah na, mama kamu yang jahat udah bunuh adik kamu, Hanni” cela Hutomo. “ Tapi kan pa,mama itu tidak sengaja mana mungkin lah  mama sengaja bunuh anaknya sendiri lagipula itu sebuah kecelakaan, itu takdir Allah, mama sama papa harusnya doakan Hanni, bukan saling menyalahkan begini, Sejak mama dan papa berubah, Hanna merasa tidak punya orang tua lagi” isak Hanna lalu pergi 

Ya, dulu Hanna mempunyai saudara kembar yaitu Hanni, 3 tahun lalu Hanni dan Sari , mama mereka sedang pergi keluar rumah, mereka berdua berada didalam mobil, Hanni memutar music lalu mereka berdua bernyanyi ria, namun na’as, Sari kehilangan konsentrasinya sehingga menabrak pohon, kecelakaan itu tidak parah tapi membuat Hanni kehilangan nyawanya karena sangat terkejut, dan Hanni mempunyai riwayat lemah jantung, dan dalam kecelakaan itu, hanya sari yang selamat. Dan sejak kejadian itu, Sari dan Hutomo tidak pernah akur lagi dan saling menyalahkan, akhirnya mereka memilih untuk menyibukkan diri masing-masing untuk mengindar satu sama lain.
Hanna berlari menuju garasi rumahnya, dengan berlinang air mata, Hanna pergi sekolah dengan mengendarai motornya dengan kecepatan penuh mengingat ia akan telat.


Disekolah, hanna menghabiskan waktu nya dengan melamun hingga membuat guru dan teman teman Hanna menjadi khawatir. “Hanna?” panggil bu mita namun tidak dijawab oleh Hanna,
“Hanna Syalsabila?” bu Mita semakin menaikkan nada bicara nya “ehh iya buu? Ibu panggil saya? Tanya hanna. “Hanna, untuk kesekian kalinya ya kamu begini, kalau kamu punya masalah dari rumah, jangan dibawa kesekolah, Ibu tidak suka dengan sikap kamu” tegas bu Mita yang sontak membuat seisi kelas menjadi hening dan seluruh pasang mata beralih ke tempat duduk Hanna. Hanna merasa sangat malu, “ini semua karena mama dan papa” batin hanna.
____________________________________________________
Sesampainya dirumah Hanna melihat Sari dan Hutomo sedang adu mulut lagi, Hanna yang melihat kedua orang tuanya itu langsung memutar malas kedua bola matanya tapi Hanna merasa heran dan ada kejanggalan “kok mama sama papa udah dirumah ya? Tumben, padahal masih jam 4 sore” Batin hanna. Tapi hanna tidak mau terlalu pusing dengan itu, Hanna langsung berjalan masuk dengan mengucapkan salam, namun tak ada yang menjawab nya, Hanna pun langsung masuk ke dalam kamar tanpa memperdulikan sepatah kata pun dari orang tua nya.


Hanna lansung menenggalamkan wajah nya di tempat tidur dengan segala pikiran yang bercampur aduk, terlebih lagi saat bu mita memarahinya dikelas. Hanna sepertinya ingin menangis lagi tapi air mata nya sudah tidak bisa mengalir dan tiba tiba “tok..tok..tok..,, maaf nak hanna ini bi Inah” ucap seseorang dari balik pintu. Hanna membuka pintu kamarnya dengan menebarkan senyuman kepada bi Inah, Hanna mengajak bi Inah duduk . “Ini nak, bi Inah bawain hanna makanan, Hanna makan dulu ya” ucap bi Inah ”Wah terimakasih ya bi” ucap Hanna dengan senang hati. Hanna pun melahap makanan nya sampai habis, Hanna memang sudah Lapar karena Ia tidak makan apapu daritadi. “Bi, hanna mau Tanya, kenapa mami sama papi pulang cepat yah? tidak biasanya” Tanya Hanna membuka pembicaraan. “aduh, hanna kamu ketinggalan berita ya?Kantor dan sekolah-sekolah kan ditutup karena Virus Corona sudah masuk ke Indonesia, penyebarannya juga sangat cepat” tutur bi Inah ”Astagfirullah, benar bi? Hanna memang pernah dengar tentang virus ini tapi kok tidak tau ya bi kalau udah masuk ke
Indonesia, berarti sekolah Hanna libur juga ya bi?” Tanya hanna “Hmm mungkin begitu nak, tapi Serius nak Hanna tidak tau? Hanna kan punya TV dikamar, HP nak Hanna juga pasti canggih masa hanna tidak tau?” Tanya bi Inah. Sontak Hanna langsung menyalakan TV nya dan benar, wabah Virus corona sedang menyerang Indonesia, Hanna juga baru membuka grup kelasnya dan benar, sekolahnya akan diliburkan dan tetap belajar online dirumah sampai waktu yang belum ditentukan.


Hanna sebenarnya senang karena belajar dirumah, tapi disisi lain Hanna juga merasa takut jika virus ini akan menyerang keluarga nya, biar bagaimana pun Hanna sangat menyayangi kedua orangtuanya. Hanna selalu berdoa semoga mereka skeluarga diberi kesehatan dan dijauhkan dari segala macam bahaya ini.
_____________________________________________________
Seperti biasanya, saat waktu malam, Hanna sangat sibuk bergelut dengan buku-bukunya di meja belajar, baik itu mengerjakan tugas sekolah maupun sebatas membaca novel karena Hanna tidak tau lagi akan menghabiskan waktu dengan siapa. Saat ini, Hanna sedang membaca novel miliknya, Hanna sangat serius membaca dan tiba-tiba membuat matanya lelah dan terasa berat. Akhirnya, Hanna tertidur diatas meja belajarnya sampai pukul 02:18, namun tiba-tiba hanna dikejutkan dengan suara yang berasal dari bawah “bukkk..pakkkk…” , ”Astagfirullahaladzim” ucap Hanna sambil memegang kepalanya .


Hanna mencoba mencari sumber suara tersebut dan yang Hanna jumpai adalah kedua orang tuanya yang sedang bertengkar lagi dan lagi.
“Sekarang kau telah tertangkap basah dengan wanita itu, Hutomo! Jangan mengelak lagi” teriak sari histeris setelah melihat video suaminya itu dengan perempuan sedang bermesraan disebuah hotel. “Cukup! Kau tidak tahu apa-apa tentang ku” elak Hutomo dengan penuh kekerasan dengan melemparkan semua barang yang ada dihadapannya kepada Sari, Istrinya.
Mendengar hal yang baru saja terjadi sontak membuat Hanna terbelalak kaget, ia tidak menyangka papa yang selama ini ia anggap satu-satunya lelaki sejati kini telah berkhianat. Hanna kembali ke kamarnya dan akan melaksanakan Shalat tahajjud. “Semua yang terjadi pasti ada hikmah nya, setidaknya Hanna jadi terbangun untuk melaksanakan sholat tahajjud” gumam Hanna. Setelah sholat.


Keesokan harinya, Hanna bangun dengan semangat dan bergegas untuk kelas online, Hanna sangat bersemangat karena mata pelajaran hari ini yaitu Bahasa Inggris, Pelajaran kesukaan Hanna. Hanna mulai mengambil posisi nyaman untuk sandaran laptop nya tetapi ia merasa tidak nyaman dikamar nya, Hanna pun memutuskan untuk turun ke ruang keluarga, sesampainya dibawah, Hanna melihat orang tua nya yang lagi sibuk dengan Laptop masingmasing, Hanna sangat senang melihat pemandangan seperti ini, walaupun orang tua nya tidak saling bertegur sapa setidaknya tidak menimbulkan perkelahian lagi.
“Pagi ma, pagi pa” ucap Hanna dengan senyum canggung dan dibalas senyum oleh kedua orang tua nya yang membuat Hanna semakin bersemangat.
“Bismillahirrahmaanirrahiim” ucap hanna sambil membuka laptop dan mulai bergabung dikelas Online dengan Video call yang melihatkan beberapa teman kelas Hanna dan bu Mita. Setengah jam telah berlalu, Hanna tetap serius mendengarkan penjelasan dari bu Mita dan mulai mengerjakan soal, Saat Hanna sedang mengerjakan soal tersebut, terdengarlah sebuah teriakan dari belakang Hanna.


“Hutomo, jangan lari, kita belum selesai bicara!” bentak Sari. “Apalagi? Aku sudah muak melihatmu, aku tidak ingin bersamamu lagi” balas hutomo
Awalnya Hanna tidak terganggu namun ternyata teman teman Hanna yang berada diseberang sana mendengar semuanya dan mulai bertanya-tanya apa yang terjadi pada orang tua Hanna, namun Hanna tidak menggubris pertanyaan mereka dan hanya focus mengerjakan soal.
“Maaf Hannaa, sebaiknya kamu membisukan panggilan kamu agar teman-teman yang lain bisa focus” kata bu Mita dan segeralah Hanna membisukan suara dipanggilannya.


Keadaan kembali normal hingga sampai kedua orang tua Hanna saling mengejar, dan Tamparan keras dari hutomo kembali menghantam Sari dan kejadian itu tepat dibelakang Hanna, temanteman dan bu Mita yang melihat itu sangat terkejut, membuat obrolan video itu menjadi gaduh, sekarang, bu Mita dan teman teman Hanna mengerti apa yang terjadi. “Haloo..Hanna? kamu masih disana? Maafkan ibu nak, ibu tidak tahu”ucap bu Mita diseberang sana dengan perasaan bersalah. Hanna tidak menjawab sepatah kata pun, ia hanya menenggelamkan wajahnya dibalik tangannya dan pastinya Hanna sangat syok dan malu. Hanna sangat terisak dan meninggalkan obrolan Video kelasnya yang masih berlangsung.


”Cukup ma, cukup pa. Mama dan papa tidak bisa lihat keadaan Hanna? Kenapa kalian melakukan ini, apa mama dam papa tidak lihat Hanna sedang belajar online, disana itu ada guru dan teman teman Hanna! Hanna malu ma, pa. mereka melihat semua nya. Mereka pasti akan mengejek Hanna, Asal mama dan papa tahu, Hanna tadi senang melihat mama dan papa diam, tapi kenapa kalian tidak pernah berhenti menyiksa batin Hanna, Seharusnya mama dan papa sadar! Dengan adanya virus ini yang mengharuskan kita semua untuk dirumah harusnya mama dan papa itu mengambil hikmahnya bahwa kita bisa berkumpul lagi, mama dan papa egois, jahat sama Hanna, mama dan papa tidak saying Hanna lagi” isak Hanna lalu berlari keluar rumah, Hanna berlari sekencang mungkin.
Sari dan Hutomo tertegun setelah mendengar ucapan Hanna, mereka menyesalinya dan mencoba untuk melawan egoh, mereka telah membuat Hanna pergi,
“Cukup ya kita kehilangan Hanni, aku tidak mau kehilangan Hanna lagi” rintih Sari. Lalu mereka berdua pun berlari menuju mobil untuk pergi mengejar Hanna.
________________________________________________
Hanna berlari kencang terus menerus tanpa memperdulikan orang-orang dijalanan yang melihatnya, dan tanpa ia sadari ia sudah berada jauh dari kompleks tempat tinggalnya. Dengan penampilan nya yang sangat berantakan, mata yang sembab, serta jilbab nya yang sudah acakacakan membuat orang-orang yang melihatnya menjadi ketakutan karena dikira orang gila. Hanna tidak menghiraukan bisikan dari orang-orang yang melihatnya itu. Ia terus berjalan hingga ia menemukan sebuah kursi, kemudian duduk dan memikirkan apa yang telah terjadi.


Hanna sangat hancur, terlebih lagi saat Hanna mengingat bagaimana kedua orang tua nya itu beradu mulut hingga tak ingin lagi bersama. Bagaimana kah nasibnya nanti, apakah Hanna harus hidup sebatang kara. Entahlah, pikiran Hanna sudah sangat kacau. Namun tiba-tiba Hanna menyadari sesuatu “Ya Allah, Hanna lagi dimana? Hanna takut” rintih Hanna. Hanna memang tidak mengenal jalan dikota nya ini, karena ia jarang sekali keluar rumah kecuali saat sedang pergi kesekolah.


Hingga malam tiba, Hanna masih di posisi yang sama, Hanna bingung harus kemana, ia harus tidur dimana malam ini dan juga ia sangat lapar. “Hanna menyesal Ya Allah, udah pergi dari rumah, Harusnya Hanna tetap dirumah, Ya Allah, Hanna anak durhaka ya? Jadi Allah hukum Hanna begini, Hanna tidak bermaksud membentak Mama dan Papa Ya Allah” Hanna terus menggerutu dalam hatinya, Ia merasa sudah menjadi anak durhaka karena pergi meninggalkan kedua orang tuanya.


Hanna memutuskan untuk pergi mencari masjid, awalnya Hanna sangat senang karena dengan mudah dapat menemukan Masjid tetapi Pagar masjid yang ada dihadapan nya itu telah terkunci bahkan di gembok. Hanna awalnya bingung kenapa masjid tersebut sangat sunyi, Hanna terus mencari tahu, sampai mata nya terkunci pada sebuah spanduk yang bertuliskan
“UNTUK MENCEGAH PENYEBARAN COVID 19, KEGIATAN DIMASJID DI TIADAKAN UNTUK SEMENTARA WAKTU”
Hanna semakin bingung dan ingin gila, bagaimana bisa ia lupa dengan wabah virus ini. Hanna tidak tahu harus kemana lagi, Hanna mencoba bertanya dan meminta bantuan kepada warga yang lewat namun warga yang melihat Hanna langsung menghindar tanpa menghiraukannya. Hanna terus berjalan, ia sangat kelaparan dan ketakutan, Hanna mencoba memakan sisa sisa makanan yang ada di kursi jalanan yang ia lewati
_________________________________________________
Disisi lain, Sari dan Hutomo sudah sangat mengkhawatirkan keadaan Hanna, mereka terus mencari disetiap jalan bahkan mereka sudah melaporkan kejadian ini pada polisi, Namun Hanna belum juga ditemukan.
Mereka berdua menyesali perbuatannya, mereka sangat merasa bersalah karena telah membuat Hanna hancur dan pergi. “Harusnya ini tidak terjadi jika kamu tidak memulai nya” sari mulai membuka mulutnya “Cukup! Jangan memperkeruh keadaan, kita fokus saja untuk mencari anak kita” sela Hutomo. “Bagaimana mugkin Hanna mau kembali jika masih melihat kedua orang tua nya yang selalu bertengkar” ucap sari dengan nada tinggi namun tak di indahkan oleh Hutomo. Dalam batin Hutomo, ia juga merasa sangat gagal menjadi kepala keluarga, sebenarnya Hutomo sangat ingin kembali seperti dulu, tapi itu semua terhalang oleh egoh nya, Hutomo membuang nafas panjang dan bersandar di jok mobilnya tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah foto yang tergantung di mobilnya, foto yang menunjukkan senyum keluarga kecil nya, dan ia terfokus pada senyum Hanna dan Hanni, Hutomo sangat menyayangi mereka.
“Ya Allah, apa yang telah ku perbuat? Maafkan aku Ya Allah, aku mengancurkan semuanya” batin Hutomo. Hutomo pun mengumpulkan keberanian nya dan membuang jauh-jauh egoh nya, ia berniat memperbaiki semua ini.
“Sari, maafkan aku, aku merusak kehangatan keluarga kita, Karena kecelakaan itu dan kematian Hanni, aku selalu menyalahkan mu, Sari.. aku mohon, kita mulai dari awal lagi ya?” Hutomo memohon kepada Sari dengan penuh rasa penyesalannya.
“Aku memaafkan mu, tapi tinggalkan wanita itu” ucap sari, “Iya, aku akan meninggalkan wanita itu, percayalah Sari, wanita itu hanya pelarian ku, karena pikiran ku sangat kacau sejak kematian Hanni, aku tidak mencintai wanita itu. Aku mencintai mu, dan semua nya dikalahkan oleh ego, sekali lagi maafkan aku, aku janji akan memperbaiki semuanya” Hutomo semakin memohon kepada Istrinya itu. “Aku memaafkan mu Hutomo, aku juga minta maaf, yang terpenting sekarang adalah kita harus menemukan anak kita dan memperbaiki semuanya” ucap Sari dengan senyuman. Akhirnya mereka meneruskan perjalanan untuk mencari Hanna.
____________________________________________________
Tidak terasa, 3 Hari sudah berlalu, namun Hanna masih tersesat, Hanna merasa sangat kelelahan. Ia merasa badannya sudah sangat lengket dan harus Mandi. Hanna sekarag berada di pinggir jalan raya, namun ia tetap belum bisa mengenali tempat itu, ia terus mencari sisa-sisa makanan untuk mengisi perutnya, Hanna juga tidur dan beristirahat dimana saja asalkan tempat itu teduh. Akan tetapi, tiba-tiba Hanna merasa sangat lelah kemudian berbaring di tempat ia berpijak, sampai gadis itu tertidur, namun warga yang melihat kondisi Hanna yang tergeletak di kaki lima itu, langsung menghubungi pihak rumah sakit terdekat, tidak lama kemudian datanglah 3 orang yang memakai baju seperti astronot menghampiri Hanna, Namun di Sisi lain, Hutomo dan Sari melihat seorang gadis yang keadaannya sangat berantakan dan wajahnya mirip denga Hanna, tanpa berpikir panjang, Hutomo langsung memarkirkan mobilnya dan turun menghampiri gadis tersebut. Saat mereka sudah dekat, mereka kemudian kompak memanggil nama Hanna sehingga membuat Hanna terbangun, tetapi pemandangan Hanna dihalangi oleh orang-orang yang berpakaian seperti astronot, seketika Hanna bingung.
Di cela-cela para medis tersebut, Hanna bisa melihat wajah orang tua nya tetapi para medis tersebut langsung menghlangi jalan Sari dan Hutomo.
“Maaf pak, bu, kalian kenal dengan anak ini?” Tanya salah satu tim medis tersebut “Iya, itu anak kami” jawab sari. “Om, itu mama dan papa aku om tolong minggir om Hanna mau ketemu mereka” Hanna pun membuka bicara.
“Maaf ya dek, Penampilan kamu kenapa sangat kumuh begini?” Tanya tim medis
“Aku sudah 3 hari kabur dari rumah om, tapi Hanna nyesel kok” jawab Hanna dengan polosnya,
“Maaf ya pak, bu, anak ibu kami akan bawa ke rumah sakit, karena anak ini berstatus orang dalam pengawasan (ODP) kami khawatir anak ini sudah terinveksi virus” ucap tim medis itu dengan hat-hati.
Mau tidak mau, Hanna harus ikut kerumah sakit dengan ketiga tim medis itu, Orang tua Hanna juga harus setuju karena ini demi keselamatan Hanna, mereka pun tambah merasa khawatir degan Hanna, mereka juga tetap mengikuti mobil ambulance yang membawa Hanna, dengan jarak yang lumayan berjauhan.
_________________________________________________
Sesampainya dirumah sakit, Hanna langsung di bawa diruangan Isolasi dengan berlapiskan kaca yang tebal, Hanna menangis, ia sangat ketakutan. Dokter pun langsung mengambil tindakan dengan sigap dan mencoba menenangkan Hanna, dokter dan para tim medis juga mengambil sampel untuk di periksa lebih lanjut, apakah Hanna telah terjangkit virus atau tidak.
Berjam-jam lamanya Hutomo dan Sari menunggu, dan akhirnya dokter memberitahu bahwa benar, Hanna positif terinfeksi Covid19 ini, Sari tidak mampu lagi menahan tangisnya, Dokter meminta kepada keduanya agar menunggu dirumah, karena akan membahayakan keselamatan mereka dan orang lain jika mereka terus berada dilingkungan rumah sakit, akan tetapi, Sari sangat bersikeras ingin bertemu dengan Hanna, dan pada akhirnya dokter mengizinkan tetapi dengan menggunakan baju pengaman yang lengkap dan tetap berbatasan pada ruang kaca. Hutomo pun mengalah dan akan menunggu Istrinya di mobil.
“Sayang, Hanna anak mama…..” panggil sari dengan sangat terisak, “Ma,, Hanna takut ma, Hanna mau pulang ma..” hanna memelas.
“Hanna harus kuat ya nak, maafkan mama dan papa nak, mama dan papa sudah gagal jadi orang tua Hanna, tapi mama dan papa janji nak, akan memperbaiki semuanya, makanya Hanna harus kuat ya, Hanna harus sembuh, supaya kita bisa kumpul lagi, Mama janji akan bikin Hanna jadi anak yang paling bahagia” ucap Sari tak kuat menahan tangisnya.
“Hanna juga minta maaf ma, Hanna udah pergi dari rumah, Hanna nakal ya ma, Hanna durhaka sama mama dan papa, makanya Allah hukum Hanna” ucap Hanna dengan tatapan pilu
“Tidak sayang, kamu anak baik. Hanna yang kuat ya nak, Mama tidak di bolehin dokter lamalama nak, Mama harus pulang, kamu jangan lupa berdoa ya nak, tetap semangat, kamu harus sembuh nak, cepat sehat ya sayang,” ucap sari lalu melambaikan tangan kepada Hanna karena Dokter menyuruh nya untuk menunggu dirumah
Hanna pun harus mulai memahami situasi dan konsidi, ia harus sembuh, ia tak mau membuat orang tua nya sedih lagi, Hanna pun mulai menyemangati dirinya sendiri
“Hanna harus sembuh, Hanna kuat!” ucapnya dalam hati.
Hanna pun harus sabar melewati pengobatannya, semuanya terasa berat bagi Hanna, namun ketika ia mengingat orang tua nya, semangat nya untuk sembuh bangkit lagi.
________________________________________________
Tidak terasa, sudah hampir satu bulan Hanna melewati proses yang sangat panjang dan berat, akhirnya dokter menyatakan bahwa Hanna sudah membaik, dan atas izin Allah Hanna telah sembuh, Dokter juga sangat kagum kepada Hanna karena ia sangat bersemangat melawan virus yang ada dalam tubuhnya. Akhirnya Hanna di perbolehkan pulang.
Hanna senang bisa kembali kerumah, walaupun belum bisa melakukan kontak fisik dengan orang tua nya, Karena Hanna masih dalam masa pemulihan. Namun Hanna tidak menyerah, ia tetap melakukan karantina di kamarnya.
Setelah beberapa hari kemudian, Saat keadaan Hanna benar-benar membaik, Hanna langsung memeluk mama dan papa nya, Hanna sangat bahagia, begitupun dengan orang tua nya.


“Sekali lahi, maafkan papa ya sayang” ucap hutomo dengan air mata bahagia.
Sekarang, Cinta Hanna telah kembali, Hanna tak henti-hentinya bersyukur kepada Allah karena telah mengembalikan Orang tua dan kebahagiaannya.

THE END

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.