Home Cerpen “Akibat Covid19 Kemanusiaan Ikut Terbunuh”

“Akibat Covid19 Kemanusiaan Ikut Terbunuh”

86
0

Cerpen karya
Nama : Yunisa Sabri
Jurusan : HKI

Saat ini bulan April 2020, seiring dengan persebaran virus covid19 yang hampir menyelimuti bumi pertiwi. Mahluk yang berukuran kecil dan tidak terlihat wujudnya ini, mampu menumbangkan ribuan nyawa dalam beberapa bulan saja.

Hampir diseluruh siaran tetevisi dan radio membahas tentang perkembangan virus ini, mulai dari jumlah yang sudah terpapar bahkan jumlah kematian yg diakibatkan oleh covid19.

Virus ini menimbulkan ketakutan dan kecemasan untukku, bahkan kurasa bukan hanya aku saja tetapi semua kalangan pasti merasakan hal seperti itu.

Pagi itu sekitar pukul 09:00, aku telah selesai bersih-bersih, dan kuputuskan untuk menonton telivesi untuk menghilangkan sedikit penatku. Bukan hanya itu sebenarnya aku juga penasaran dengan perkembangan covid19 saat ini. Dan ibuku juga ikut menonton bersamaku.

Saat ku lihat berita, diindonesia jumlah orang-orang yang terpapar covid19 sudah mencapai 5.516 jiwa, alangkah kagetnya aku, berita itu semakin menambah kecemasanku.

“Kalau saperti ini terus, penduduk indonesia pasti akan habis” kata ku secara spontan.

“Heii jangan berkata seperti itu, tidak baik..!! Kata-kata itu adalah doa, kamu mau perkataanmu tadi dijabah Allah”. Jawab ibuku dengan wajah kesal.

Lantas aku langsung diam tertunduk, kami pun lanjut menonton updetan berita covid19.
Dan ada satu berita yang membuat ibuku sangat kesal, yaitu berita jenazah perawat yang terpapar covid19 dan ditolak warga untuk dimakamkan. Secara spontan raut wajah ibuku berubah setelah melihat berita itu.

“Kenapa bu? Bukan kah seharusnya memang seperti itu? Jenazah orang yang positif kan memang sebaiknya dibakar saja bukan dimakamkan, supaya tidak menular kepada orang lain” kata ku.

“Coba ibu lihat di negara-negara lain, orang yang positif dan meninggal langsung dibakar begitu saja” sambungku.

“Nak, apakah kau sependapat dengan orang-orang itu?”Tanya ibuku.

“Iya”. Jawabku singkat.

“Apakah kau pernah berfikir bagaimana perjuangannya untuk menyembuhkan dan merawat orang-orang yang terkena virus covid19 ini?”.

Aku hanya diam dan sembari berfikir.

“Jika tidak ada mereka yang merawat para pasien-pasien itu, mungkin tidak ada yang akan sembuh. Mereka tidak pernah memikirkan keselamatan diri mereka sendiri, mereka hanya mengutamakan sembuhan setiap pasien. Saat mereka terjangkit dan meninggal, seharusnya mereka diperlakukan layaknya pahlawan dan dimakamkan dengan layak”. Kata ibuku dengan lembut.

“Nak virus ini memang dapat membunuh manusia tapi jangan sampai membunuh kemanusiaan kita”. Tegas ibuku.

“Iya bu. Maafkan aku, Mulai saat ini aku berjanji akan selalu menghargai setiap orang”. Kataku dengan penuh semangat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.