Home Cerpen Harapan Yang Terpendam

Harapan Yang Terpendam

85
0

Cerpen karya

Nama : Magfira
Jurusan :PBA (FTIK)
Semester : 2


Diawali bismillah, kumulai pagi yang cerah dengan senyum syukur yang tak hingga kiranya. Seperti biasa dirumah sewaku yang lumayan besar, aku tinggal sendiri dirumah itu tapi ada tetangga yang biasa ku ajak ngobrol di sosmed kadang juga kumpul kumpul sore di teras.

Pagi-pagi aku beres-beres dulu lalu sarapan, yah setelah sarapan paling main hp terus sampe ngantuk.

Biasanya aku buka-buka YouTube, Instagram, Facebook, yah paling akun-akun sosmed gitu. Karena hari ini hari libur, jadi nggak buka WhatsApp karena sepi, maklum nggak punya doi.

Kalau buka Instagram paling aku cek followers aku, bertambah atau berkurang. kalau buka Facebook paling info yang masuk diberanda itu kenangan lama dulu. Tapi akhir-akhir ini tuh aku cuman sering liat kabar tentang virus covid-19 itu. walau pun di daerahku belum ada yang terjangkit tapi kalau liat-liat beritanya itu bikin miris plus ngeri juga, mau diremehkan juga nggak bisa nanti dosa, karena segala sesuatu yang sudah terjadi itu adalah ketetapan Tuhan dan takdir untuk hamba-hamba-Nya.

Dari pagi sampai siang aku pantengin nonton YouTube, nonton salah satu channel yang beredukasi bagiku karena yang diposting mengenai sejarah-sejarah peradaban Islam, peradaban yang pengen banget aku lihat sedari dulu pas aku udah paham mengenai agama. Pasti setiap video yang diposting tidak terlewatkan untuk aku nonton.

Pas nonton pasti biasa termenung sendiri, “kapan yah aku bisa kesana?,gimana yah caranya kesan tapi nggak perlu nyusahin orang tuaku?, Hmm”. Kataku agak sedih.

Sampe nggak sadar kalau aku tuh jadi suka sama orang yang ada di YouTube itu, “hahaha, aku suka sama dia? Mimpi kali yah aku ini, dia aja di luar negri sementara akun di Indonesia terus dipelosoknya lagi. Memang sih dia orang Indonesia tapi mungkin nggak sih dia bisa kenal aku dan sebaliknya aku bisa kenal dia?” Pikirku panjang.

Tapi aku sangat yakin kepada Tuhan kalau tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya jika Dia berkehendak kepada hambanya, kita sebagai hambanya juga harus berusaha dan berdoa agar apa yang di tuju dapat terwujud. Semua tau jika takdir telah diatur tapi takdir tidak datang sendiri kepada kita, bagiku takdir itu adalah dua jalan hidup yang selalu baik tinggal bagaimana cara kita memilih jalan itu dan menjalaninya dengan sabar.

“Eh kok aku mikirnya kesitu yah? Kenapa sih aku ini nggak jelas banget, dikit-dikit ngelamun mulu”. Kataku,bicara sendiri.
Aku teruskan nonton YouTubenya, tapi mataku suka perih kalau kelamaaan nonton.

“Mending aku buka akun-akun dia, kan ada di YouTube juga tuh”, Pikirku.

Semua akunnya aku follow, dan diterima.
Aku kepoin akun FB nya, ternyata dia masih kuliah di luar negri, masih lumayan muda juga sih. Dia juga kerja disana.

Postingan dia kebanyakan tentang lingkungan ditempat dia kuliah, kurang sekali foto-foto dirinya.

“Jadi males liatnya, foto dia cuman yang tahun lalu ajah, kusam banget lagi”.

Aku langsung terfikir, “kenapa nggak aku chaat aja yah?, Kan aku udah tau akun dia”

Ku coba chat dia di messenger dan ingin minta nomornya.

Aku mengumpul keberanian dan tiba-tiba aku gugup, perasaan apa ini? Takut atau…
Beberapa saat kemudian ku ketik, “Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu”, dan ku kirim, Ternyata dia aktif.

“Dia bales nggak yah chat ku?” Tanyaku dalam hati.

Tak lama pesanku terbaca dan dia mengetik, muncullah balasannya “wa alaikumsalam warahmatullahi wabarakatu”, oh Tuhan aku makin gugup.

Entah kata apa lagi yang akan ku kirimkan padanya, walau hanya sekedar basa basi sebelum meminta nomor hpnya.

tapi aku langsung mikir kalau dia itu masih kuliah. Jadi aku tanya lagi jurusannya.

“Kamu kuliah Jurusan apa?” Pesanku.

” Tarbiyyah ‘ammah” balasnya singkat.

Betapa kakunya dia, aku berpikir mungkin karena baru kenal saja jadi dia kaku begitu, yah biarlah.

“Boleh minta nomor hpnya?” Balasku

“Boleh, silahkan” balasnya.

Setelah itu chatnya masuk dan itu adalah link WhatsAppnya. Aku kaget dan perasaanku campur aduk seneng juga sih.

Ku balas dengan ” Terimakasih”. Dan dibalas “sama¬≤”.

Tidak berlama-lama langsung ku klik linknya dan benar itu nomornya, profilnya juga sama seperti yang di akun Instagramnya. Rasanya aku mau loncat-loncat sekarang lantaran senang sekali.

Setelah itu, aku chat dia deluan dan dia balas dengan ramah, sudah tidak kaku lagi seperti sebelumnya.

Banyak yang aku tanyakan kepadanya dan semua dibalas dengan baik. Aku sangat senang dengan itu.


Khayalku yg panjang untuk bersamanya dan menyusulnya..

……..
Seketika pengharapan yang timbul atas nafsu yang entah datang dari mana.
Kupanjat doa ” ya Allah entah kenapa hal itu timbul dan terfikirkan, engkau yang paling tahu apa yang terbaik bagiku, jika semua ini tidak kau ridhoi maka hilangkanlah dan jika ini takdir maka percepatlah agar diri ini tidak semakin berdosa akibat pikiran yang datangnya dari mu atau bisikkan makhluk licik mu itu….
sungguh perempuan mana yang tidak terpanah dengan lelaki Soleh seperti dia. Bagiku dia sangat Soleh tapi Tuhan lebih tau apa yang baik bagiku.

Di umur menjelang 22 ini, yang insya Allah tahun depan ku akan wisudah pastilah bagi perempuan setelah pendidikan maka karir selanjutnya adalah menjadi istri dan ibu.

Walaupun sebagian perempuan beranggapan bahwa “menikah itu setelah sukses karir”. Tetapi bagiku kesuksesan karir ku adalah menjadi istri dan ibu yang solehah, sebagaimana Aisyah Ra. Diusia belia ia telah di peristri oleh laki-laki utusan Allah “rasulullah Saw”, betapa beruntungnya ia mendapat laki laki sepertinya…dialah Aisyah, Ummul mukminin, khumairahnya nabi.

Dan tiba-tiba aku teringat lagu yang lagi viral itu. Aku ingat sedikit liriknya dan langsung nyanyi…”mulia indah cantik berseri…”, Sudah cuman itu liriknya yang aku ingat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.