Home Opini Adakah Kebijakan Pemotongan UKT Dari Birokrasi?

Adakah Kebijakan Pemotongan UKT Dari Birokrasi?

94
0

Opini karya
Nama : Masda
Jurusan/fakultas : PGMI/FTIK
Semester : dua

Uang Kuliah Tunggal atau biasa disebut UKT bagi mahasiswa kata-kata ini tidak asing lagi ditelinga mereka, UKT ini sangat melekat pada jiwa mahasiswa apa lagi saat akhir semester seperti sekarang ini.

Akan tetapi ada satu yang membuat hati mereka menjadi sedih, yang mana sekarang dalam keadaan pandemi para orang tua kehilangan pekerjaan, dan mereka dipaksa untuk membayar UKT.

Kenapa pada saat orang tua mereka kehilangan pekerjaan dan mereka juga dipaksa untuk membayar UKT apa Rektor tidak punya hati??
apa Rektor tidak memiliki rasa kasihan pada orang kurang mampu??

Kebijakan demi kebijakan dikeluarkan tapi apa kah kebijakan itu berlaku untuk semua, sedangkan kita tau sendiri pandemi bukan hanya melumpuhkan perekonomian orang kecil saja tapi seluru masyarakat didunia mengalaminya.

Mengapa ketika mahasiswa meminta kebijakan pemotongan UKT 50% birokrasi enggan memberikan seperti apa yang merka inginkan, akan tetapi potongan yang beri hanya 20%. Terlebih lagi pada potongan UKT yang hanya 20% tersebut menggunakan beberapa persyaratan. Ini sama sekali tidak meringankan beban mahasiwa.

Mahasiswa mengharapkan kebijakan dari birokrasi untuk memotong biaya uang kuliah tunggal (UKT) karena dalam keadaan seperti ini , seharusnya pemimpin kampus mengeluarkan kebijakan yang meringankan beban mahasiswa, baik psikologi maupun ekonomi.

Tidak semua mahasiswa mempunyai kecukupan ekonomi tidak ada covid -19 saja, tiap semester banyak di antara mereka yang mengajukan cuti akademik bahkan putus kuliah.

Jadi kami harapkan kepada pihak yang berwenang atau rektor IAIN palu agar kiranya mencabut persyaratan agar meringankan beban mahasiswa selama pandemi covid -19

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.