Home Berita Pemotongan UKT vs PHK Dosen

Pemotongan UKT vs PHK Dosen

229
0

Palu, LPMQALAMUN.id- Tidak puas dengan audiensi jilid II kemarin kini aliansi mahasiswa IAIN Palu kembali menggugat melakukan aksi unjuk rasa jilid III didepan gedung Rektorat IAIN Palu. Selasa, (30/06/2020).

Setelah berlama-lama menyampaikan orasi tuntutan terkait pemotongan UKT, aliansi mahasiswa diarahkan kedalam gedung Aula Dakwah untuk melakukan audiensi kembali terkait dengan tuntutan pemotongan UKT.

Audiensi jilid III sempat terjadi perdebatan antara mahasiswa dan warek II terkait pemotongan UKT sebesar 20% dan 50%.

Audiensi jilid III kali ini di hadiri oleh warek II, warek III, kasubag, dan kepala biro. Yang melakukan pertimbangan mengenai persyaratan dan pemotongan UKT sebesar 50%.

Pak Iskandar selaku warek III mengatakan persyaratan pemotongan UKT akan dipermudah.

“Karena mendengar keluhan mahasiswa persyaratan kemarin sangat sulit. Tetap mengisi formulir identitas untuk meyakinkan status betul-betul menjadi mahasiswa, surat keterangan hubungan antara kita dan orang tua, dari kepala desa atau lurah, atau bisa juga kartu keluarga,” ujarnya.

Setelah audiensi selesai warek II dan kepala biro mengarahkan aliansi mahasiswa untuk mendengarkan keputusan secara bersama-sama didepan ruangan rektor.

Pada saat aksi unjuk rasa jilid I dan jilid II yang laksanakan oleh aliansi mahasiswa belum membuahkan hasil yang kongkrit tentang tuntutan-tuntutan mahasiswa.

Di aksi jilid III ini aliansi mahasiswa melakukan audiensi didalam gedung rektorat tepatnya didepan ruangan Rektor yang di hadiri oleh Rektor IAIN Palu, Warek I, Warek II, Warek III, dan kepala biro yang mengsahkan pemotongan UKT dari 20% bisa dinaikan sedikit menjadi 30%.

Sagaf S. Pettalongi selaku Rektor IAIN Palu mengatakan bahwa awal pertemuan sudah ada kesepakatan dengan Warek III, sehingga lahir edaran rektor dan juga diadakan rapat bersama DEMA dan SEMA.

“Kemampuan lembaga dari berbagai perhitungan 50% dan 100% tetap dijalankan dengan syarat tetap diadakan dan akan di sesuaikan tetapi tidak keluar dari KMA 515, dan untuk 20% bisa dinaikan sedikit menjadi 30%,” ujarnya.

“Kalau dinaikan lagi, kemungkinan dosen bisa di PHK, dan itu jalan terburuk karena sudah tidak ada uang,” tegasnya.

Pak Iskandar selaku Warek III memberikan penjelasan terkait mengapa dinaikan hingga 30%.

“Kalau lebih dari 30% maka dosen yang di kontrak akan di PHK, dan jika seperti itu maka ada kegiatan-kegiatan yang tidak bisa dilakukan dan tidak berjalan dengan lancar,” jelasnya.

Adapun tanggapan dari salah satu mahasiswa IAIN Palu terkait pemotongan UKT

“Hasilnya dengan banyak pertimbangan-pertimbangan dari alternatif yang kedua 35% dengan pertimbangan pula, aliansi mahasiswa sepakat dengan pemotongan 30%”, ujarnya.

Wartawan : MAMI, ADR, dan UPIL

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.