Home Cerpen KORIDOR KAMPUS

KORIDOR KAMPUS

152
0

Cerpen karya

Nama : Nurulizzati
Jurusan : Perbankan syariah
Semeter : 5

Eps. 01

Raina Putri, itu adalah nama lengkap ku, Rain adalah panggilan akrab ku, sekarang aku berumur 20 tahun. Dua tahun belakangan ini ku tinggal bersama tante, adik dari mama, tante Sindy namanya. Aku dirawat oleh tante Sindy sejak dua tahun lalu untuk ikut bersamanya ke kota, kata mama, tante sindy ingin aku kuliah.

Awalnya ku merasa dunia ku hancur karena harus pisah jauh dari mama, ini pertama kalinya ku pisah sama mama, pisah sama teman-teman, jauh dari lingkungan tempat ku tumbuh besar, tapi kata mama ini demi kebaikan dan masa depan ku. Akhirya aku tepiskan ego ku dan ikut bersama tante Sindy ke kota.

Sekarang ku kuliah di salah satu universitas terkenal yang sudah ku idam-idamkan sejak kuberada dibangku SMP. Awalnya sangat buruk sampai-sampai berat badan ku turun 7 KG dalam seminggu, gila 1 hari turun 1 Kg saking stresnya aku jauh dari mama. Tapi lambat laun semua jadi terbiasa, aku terbiasa berjarak dengan mama, yang dulunya kangen tinggal kekamar, sekarang harus terwakilkan hanya dengan melihat wajahnya dari balik smartphone ku, terbiasa dengan makanan tante sindy, yang dulunya masakan mama adalah satu-satunya pengobat untuk cacing-cacing diperut ku, terbiasa dengan udara dan lingkungan yang penduduknya sibuk dengan urusan masing-masing, tak ada komunikasi, tak ada gotong royong, beda dengan kampung, semua dilakukan secara bersama, tak heran penduduk kota rasa empati dan kerja samanya kalah besar dengan penduduk di desa.

Tante Sindy : Raina, sarapan dulu Rain “ memanggil ku sambil mengangkat sandwich “
Rain : iya tan, Raina udah terlambat nii, Rara juga udah jemput tuu “ jawab ku sambil kerepotan memasang sepatu “
: Raina berangkat dulu yah tan assalamu’alaikum ” jawabku sambil mengambil tas”
Tante Sindy : ehh ini bawa bekal, nanti biar makan dikampus “

sambil memberikan bekal beisi sandwich buatan tante yang tak sempat ku makan

Rain : hmm makasih tan, tante udah baik sama Raina, terkadang Rain ngerasa udah tinggal sama mama, tante perlakukan Raina seperti tante perlakukan anak tante sendiri “ sambil memeluk tante “
Tante sindy : Raina ngomong apa sii, kamu kan ponakan tante, anak tante juga, jadi udah deh ngak usah ngomong gitu, lagipula mama kamu udah kasih amanah ke tante, buat jagain kamu. “ jawabnya sambil membalas pelukan ku”.
Rain : makasih tante “ tambah ku sambil mengeratkan pelukan ku“

Tante Sindy : udah udah, katanya udah terlambat, berangkat kuliah sana, kesian rara udah nunggu dari tadi “ sahutnya sambil mengusap kepala ku”.
Rain : ohh iya astaga, Raina lupa tan, yaudah deh tante Raina berangkat dulu yahh Assalamualaikum. “ jawab ku sambil meraih tangan tante sindy dan memassukkan bekalnya ke tas“.
: sorry Raa, gue lupa lo udah nyampe dari tadi yahh sorry yaa “ kata ku yang melihatnya dari balik kaca mobil. dengan muka memelas dan tangan yang di diangkat “
Berangkat yuk “tambah ku sambil menarik pintu mobil ”.

01 juni 2007, awal bulan yang baik, Yaa Tuhan ku merasa kau sangat baik padaku, kau berikan segalanya pada ku, kau kirimkan Rara, sahabat terbaik yang pernah ku miliki, yang selalu ada di saat ku butuh, dan sekarang kau kirimkan tante Sindy yang sangat sayang pada ku, tante Sindy berikan semua apa yang selama ini aku inginkan, sampai tante Sindy yang nanggung semua biaya kuliah ku, ku merasa menjadi orang yang paling berutung dimuka bumi ini, tapi terkadang ku merasa tak pantas untuk mendapatkan ini semua Yaa Tuhan, dan sampai sekarang ku selalu bertanya apa ku sedang bermimpi ??, apakah semua ini nyata ?? ( gumam ku dalam hati )
Pipiiiiiiiip “ suaara klakson panjang dari mobil Rara “

Seketika khayal ku pecah mendengar suara klakson mobil rara, pertanda memberi hormat pada satpam kampus yang sedang berdiri di dekat gerbang.

Rara : pagi pakkk Yanto “ dengan suara cemprengnya, menyapa pak Yanto, satpam kampus yang berjaga didepan gerbang “
Raina : pagi pak Yanto “ sahut ku setelah rara”
Pak yant : Pagi neng Rara, pagi neng Raina “ jawab pak Yanto membalas sapaan ku dan Rara”

Dia adalah pak Yanto, satpam kampus ditempat ku kuliah, beliau sangat baik pada ku dan Rara, dan kami lumayan akrab, dan tak jarang Rara ngerjain pak Yanto pada saat pak Yanto lagi kerja, pak Yanto orangnya asik, bisa diajak sharing, yahh bener sii pak Yanto Cuma satpam tapi ilmu pengetahuannya cukup banyaklah untuk seorang satpam yang udah berusia, pak Yanto juga asik diajak bercanda, orangnya cukup humoris, dan tak jarang pak Yanto ngehibur Rara yang sedang galau atau patah hati akibat bermasalah sama doi nya. Bagi gue dan Rara, pak Yanto lebih dari seorang satpam kampus Universitas terkenal, pak Yanto adalah keluarga dekat dikampus yang sangat mengerti aku dan Rara.

Rara : kekelas yuk “ jawab Rara, sambil menutup pintu mobil “
Raina : Raa gue minta maaf yah soal tadi dirumah, gue beneran lupa klau lo udah didepan tadi, soalnya tadi ada bicara sama tante sindy “ sambil menutup pintu mobil “
Rara : iya gak papa kok Rain santailah, gue seneng liat tante Sindy baik banget ama loo Rain. “ balasnya tersenyum sambil memegang pundakku “
Rain : iya Raa, gue beruntung banget punya tante Sindy yang sayang sama gue melebihi anak-anakya, terkadang gue ngak enak sama lili, karena tante Sindy tuu lebih perhatian ke gue daripada ke lili. “ jawab ku sambil memperbaiki tumpukan buku yang ku bawa “

Rara : Rain, buku ini buat apaan sii, knapa lo suruh gue bawa buku-buku itu, sini ini gue bantuin “ sahutnya sambil meraih beberapa buku dari tangan ku “
Rain ; Raa, kita tuu harus kerja laporan, dan referensinya buku-buku ini, kan udah gue bilang kemarin pas kita ke toko buku gimana siih, lupaa ??? udah engak tahu lagi deh gue, isi di kepala lo tuh Cuma Dandi Dandi Dandi terus, kayak Dandi mikirin lo aja “ jawab ku sambil melihatnya lirih “
Rara : ihh apaan sii loo Rain, kok bawa bawa nama pacar gue sii “ jawabnya cuek “

Rain : gimana enggak, sejak lo pacaran sama Dandi, otak lo kayak enggak jalan tau ngak, udah kuliah males-malesan, ujian nilai eror semua, apaan sii enggak ada faedahnya banget. “ tambah ku sambil menarik telingannya”
Rara : aduh aduh Rain, hmm emm yaa yaah gimana rain, namanya juga cinta, gue kefikiran dia terus “ jawabnya sambil memegang telingnnya yang memerah“
Rain “ ishh dasar bucin tingkat dewa luu Raa, apaan sii jijik tau enggak “ timpal ku sambil mengangkat bahu pertanda jijik”
Rara : ehh biarin gue bucin, dari pada elu kulkas 50 pintu dingin banget, ehh kadang guue bertanya-tanya sendiri, elo itu sebenarnya suka cowo engga sii, lo masih normal kan ?? “ tanyanya sambil meletakkan tangganya di dahi ku, mengenggam pundak ku, dan menatap wajah ku “

Rain : sembarangan lo Raa, yaa yahh normal lah, gue itu masih suka cowo kali, yahh Cuma untuk sekarang belum mau pacaran aja “ jawab ku membalas ejekan Rara “
Rara : beneran buktinya mana, lagi pula gue jamin deh kalau lo pacaran, pasti lo akan sebucin gue, bahkan mungkin akan lebih bucin daripada gue “ sahutnya menggoda ku “
Rain : ehh emang gue elu, dasar bucin “ jawab ku sambil berjalan meninggalkan Rara”

Rara : hahaha iyakan, atau lo enggak pacaran sampai sekarang karena lo takut jadi bucin yahh, iyakann iyakan haha “ tambahnya dengan muka girang sambil tertawa terbahak bahak “
Rain : apa sii loo enggak ada hubungannya tau nggak “ bantah ku sambil membalikkan badan dan terus berjalan”
Rara : Rainnnn Rainnaaaa “ teriaknya panik “
:Rainaaa awas dibelakang loo, Raina liat depan “ teriaknya mencoba untuk memberitahu ku “
(bbrrukkk)
: Rainaaaaaaaaaaa “ teriaknya sambil berlari kearah ku.

Bersambungg……

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.