Home Berita Ribuan Mahasiswa Kota Palu Turun Kejalan

Ribuan Mahasiswa Kota Palu Turun Kejalan

111
0

PALU, LPMQALAMUN.id- Aliansi mahasiswa se-kota Palu melakukan aksi menuntut keputusan DPRD terkait pengesahan UU Omnibus Law. Rabu, (08/10/2020).

Aksi yang dilakukan oleh sekumpulan mahasiswa dari berbagai kampus di kota Palu tersebut merupakan bentuk kekecewaan terhadap keputusan yang dianggap tergesa-gesa juga tertutup.

Rizal Liara selaku Presiden Mahasiswa (Presma) IAIN Palu, mengatakan Omnibus Law pembahasannya tidak pandang Corona yang membuat kami kecewa kenapa terlalu cepat pembahasannya kemudian terlalu tertutup pengesahannya.

“Yang sebenarnya tanggal 8 sidang paripurnanya tapi mereka mengesahkannya di tanggal 5. ada apa? Kalau kita mau bicara tentang konstitusi sebenarnya sudah rancu apalagi kita mau bicara tentang dampak,” ujarnya.

Rizal pun menegaskan mahasiswa turun kejalan itu murni karena sudah ada beberapa pengkajian yang telah dilewati.

“Terkait poin-poin yang bertolak belakang dengan rakyat sangat banyak sekali misalnya (andal) analisis dampak lingkungan itu tidak ada. saya dapat kabar bahwasanya Sulawesi Tengah akan masuk dalam ekonomi khusus, kami takut ketika investor masuk yang menjadi karyawan di sini itu masyarakat sendiri, sedangkan Omnibus Law itu adalah karpet merah dari investor-investor asing,” tambahnya.

“Corona mematikan manusia tapi kebijakan yang amburadul mematikan segalaya baik sektor pertanian, buruh, maupun pendidikan. Corona belum tentu mematikan yang mematikan adalah kebijakan pemerintah yang amburadul,” sambungnya.

Disamping itu Ibrahim Hafid selaku anggota Komisi IV DPR provinsi Sulawesi tengah mengatakan ada beberapa peperangan undang-undang misalnya tentang pesangon.

“Pesangon bukan berarti dihapus tapi ada pengurangan yang tadinya di perusahaan misalnya ada 36 kali gaji pesangon kini berubah menjadi 25 kali hal ini dibuat sebagai pola keseimbangan untuk membuka ruang pekerjaan yang baru, misalnya tadi yang hanya bisa 1000, sekarang bisa menampung 5000 orang dipekerjakan lagi karena ada keuangan yang tersedia. Nah maka calon calon sarjana ini juga memiliki peluang, kira-kira itu pola keseimbangan yang kita inginkan,” ujarnya

Ibrahim juga menambahkan bahwa kita juga menginginkan investasi tetap jalan tapi buruh juga sejahtera, hanya saja kita ini belum ketemu soal perspektifnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.