Home Berita TUNTUTAN DITERIMA, TAPI MAHASISWA BELUM PUAS

TUNTUTAN DITERIMA, TAPI MAHASISWA BELUM PUAS

139
0

PALU, LPMQALAMUN.id – Setelah aksi jilid I belum ditemukannya titik terang mengenai Omnibus Law, akhirnya di aksi jilid II ini tuntutan mahasiswa diindahkan oleh DPRD Sulawesi Tengah. Senin, (12/10/2020).

Adapun tim delegasi dari Mahasiswa berjumlah 15 orang yang terdiri dari kampus IAIN Palu, UNTAD, STIE Panca Bhakti, UNISMUH Palu, dan Poltekkes Kemenkes Palu yang berlangsung diruangan rapat kantor DPRD Sulawesi Tengah.

Pada saat konferensi pertama, Alimuddin Paada Selaku Anggota Komisi 4 DPRD Sulawesi Tengah beliau mengatakan bahwasanya aliansi Mahasiswa telah diberikan bicara mengenai tuntutan mereka.

“Mereka sudah lari dari tujuan mereka yang saya lihat, kan sudah jelas tuntutannya seperti apa, dan permintaan mereka kita diskusi. Selama satu jam, yang dibahas hanyalah perpindahan teman mereka ke depan kantor DPRD, akan tetapi apabila mereka menyampaikan secara jelas tuntutan mereka, maka kita akan teruskan, tapi sampai terakhir tidak ada membahas tentang tuntutan mereka,” ujarnya.

Selang beberapa waktu, diadakan kembali konferensi yang kedua mengenai Omnibus Law UU Cipta Kerja tersebut.

Rizal Liara merupakan salah satu delegasi masa aksi yang diutus kedalam kantor DPRD Sulawesi Tengah mengatakan saat dihubungi LPM QALAMUN bahwa adapun hal-hal yang membuat mahasiswa kecewa pada saat konferensi berlangsung yakni tidak hadirnya ketua DPRD Sulawesi Tengah.

“Yang membuat kami kecewa adalah karena tidak adanya ketua DPRD Sulawesi Tengah bertemu dengan mahasiswa, yang ada hanyalah ketua-ketua komisi,” ujarnya.

“Kalau ingin membicarakan mengenai pernyataan sikap dari mereka, tidak ada yang jelas kecuali ibu Wiwik, saya salut dengan beliau, beliau mengatakan Polisi itu harus humanis, artinya ketika masa aksi unjuk rasa jangan ditindak represif,” tambahnya.

Setelah melakukan diskusi bersama Anggota DPRD akhirnya tuntutan Mahasiswa diindahkan dengan baik oleh mereka.

“Tuntutan kita diterima dengan baik, dan juga mereka mengawal serta meneruskan tuntutan sampai ke DPR-RI dan Presiden Republik Indonesia,” sambungnya.

“Mahasiswa tetap akan kawal mengenai perkembangan selanjutnya, karena perjuangan aksi mahasiswa belum berakhir sampai disini, sebelum Omnibus Law itu ditolak,” tegasnya.

wartawan : San, MASAL, Iya’

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.