Home Puisi The Story On Thursday

The Story On Thursday

121
0

Puisi karya
Muhammad (DA)
Penyair Malam

Kamis membangunkan ku
Dari lelapnya kesedihan, dari rasa ke tidak berdayaan, kembali menjadi sosok yang pantang menyerah

Raga yang diselimuti duka akibat hunusan kata yang menembus sampai ke relung jiwa,
Kini perlahan mulai tertutupi walau masih menyisahkan perih dan goresan-goresan luka

Selamat datang jiwa ku yang pernah mati,
Hidup memang penuh ilusi, berdiam diri bukan solusi untuk tetap berdiri melawan kerasnya dunia ini. Hanyut dalam dunia kesedihan hanya membuat nya semakin jauh dari gengaman mu.

Bangun lah dan berikan senyuman pada setiap masalahmu, karena kau terlahir sebagai seorang kesatria bukan seorang pecundang.

Sore 15:00 di mulai
Berdiri dengan gagah menuju istana sang ratu, menggelar harapan bahwa diriku kan disambut layaknya seorang kesatria yang pulang dari medan pertempuran

Dari pelosok kota menembus perbatasan
Hal yang sering ku lakukan semasa dengan nya dlu, dan sore itu kembali ku ulang untuk satu tujuan, melihat senyum nya tepat di depan pintu istana.

Di sepanjang jalan di antara kokoh nya gedung-gedung dengan hamparan kebahagiaan. membuatku semakin percaya bahwa kamis kan menjadi hari ku, tuk bisa bedua lagi dengan sang ratu.

Depan istana
Menunggu,menunggu, dan menunggu.
Dengan berjuta harapan,

di saksikan oleh langit dan ditasbih oleh alam, hal yang ku nanti di hati yang paling dalam
Melihatnya keluar dan menyapa ku dengan senyuman

Kan ku bawa raga nya berkeliling kota menikmati setiap hal yang iya suka.
Bercerita tanpa beban dan berkisah tentang kami layaknya seorang musafir cinta

keberhasilan yang tertunda
Tak terasa aku menghabiskan begitu banyak waktu untuk menantinya, tanpa kabar tanpa isyarat, diri nya tak kunjung datang.

Tajam mataku terus menatap ke arah pintu istana, tak ada waktu yang ku lewatkan hanya untuk terus menatap ke arah yang sama.
Kerena aku tak mau melawati moment
melihatnya keluar dengan gaun terbaiknya

Walau pada akhirnya pengharapan ku tak kunjung tiba

Dan membuat ku memutuskan untuk kembali, memulai lagi untuk esok, lusa, dan hari-hari berikutnya

Ku titipkan salam dan rindu ku di pintu istana,
Dari seorang kesatria yang menunggu kehadiran ratu nya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.