Beranda Berita Dialog Publik Pelaksanaan Pilkada Ditengah Pandemi

Dialog Publik Pelaksanaan Pilkada Ditengah Pandemi

194
0

PALU, LPMQALAMUN.id – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Tata Negara Islam (HTNI) mengadakan kegiatan dialog publik mengenai pelaksanaan pilkada di tengah pandemi. Rabu, (25/11/2020).

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Tata Negara Islam (HTNI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) palu, mengadakan kegiatan dialog publik terkait pilkada yang tahun ini pelaksanaannya berbeda di banding pilkada-pilkada sebelumnya, mengingat situasi yang belum kondusif di tengah pandemi seperti sekarang ini Azhar Pakaya selaku ketua panitia saat di temui crew LPM QALAMUN mengatakan bahwa pihak HMJ HTNI berinisiatif mengadakan dialog publik ini untuk mengetahui bagaimana kesiapan dari pihak KPU maupun BAWASLU menghadapi pilkada di tengah pandemi saat ini.

“Kami dari HMJ HTNI punya inisiatif untuk membuat dialog publik yang berkaitan dengan pilkada di tahun ini, sengaja juga kami mengundang pihak dari KPU dan BAWASLU untuk mengetahui mengapa tetap berani mengadakan pilkada di tahun ini, mengingat masih banyaknya pro dan kontra dengan pelaksanaannya,” ujarnya.

HMJ HTNI sendiri selaku pelaksana kegiatan dialog publik ini mempunyai pandangan tersendiri terhadap pilkada tahun ini, semua dikembalikan kepada putusan KPU selaku pelaksana pilkada, selagi itu tidak melanggar aturan pemerintah tentang ditegakannya protokol kesehatan.

““Tergantung dari KPU lagi bagaimana alasan dari pihak mereka apakah bisa di terima, pilkada di masa pandemi juga tidak apa-apa selama masih memperhatikan protokol kesehatan tidak masalah, dan dari KPU pun saya rasa sudah punya persiapan akan hal itu,”” ujarnya.

Di dalam pelaksanaan kegiatan ini, pihak dari HMJ HTNI tidak lupa mengundang peserta yang sebagian besar berada didalam ruang lingkup kampus IAIN palu, namun pihak HMJ HTNI juga sedikit membatasi peserta undangan, karena sempat mendapat himbauan dari pihak kepolisian untuk tidak terlalu banyak melibatkan peserta dalam kegiatan.

““Jadi peserta dalam dialog publik ini ada dari beberapa HMJ fakultas Syariah, dan juga perwakilan dari Fakultas Tarbiyah, FEBI dan FUAD, ada juga organisasi ekstra kampus yaitu PMII itu sendiri, kami katakan peserta yang akan ikut hampir mencapai 200 orang, namun pihak kepolisian berkata itu bisa-bisa menyalahi aturan, karena aturannya hanya sampai 50 orang,”” tegasnya.

Setiap pelaksanan kegiatan pasti akan mengalami kendala ataupun hambatan, di sini ada beberapa faktor yang mempengaruhi, salah satu yang menjadi kendala di kegiatan dialog publik ini ialah pihak narasumber yang belum sempat hadir di karenakan sesuatu dan lain hal.

“”Narasumber dari pihak kepolisian atau kapolda tidak datang dikarenakan ada upacara yang mereka lakukan sampai malam hari,”” tambahnya.

Azhar Pakaya berharap agar seluruh mahasiswa IAIN palu dapat menempatkan diri dengan sebaik-baiknya, ia juga berharap pihak KPU dan BAWASLU dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat yang tidak sempat untuk memilih, karena kurangnya pemahaman akan hak mereka dalam pemungutan suara.

““Harapan saya selesai dari kegiatan ini seluruh mahasiswa IAIN palu khususnya mahasiswa HTNI, bisa memposisikan diri dengan sebaik-baiknya, mungkin setelah mendengar ini KPU atau BAWASLU dapat mereka sosialisasikan kepada masyarakat yang mungkin nanti tidak memilih, dengan pemahaman-pemahaman yang sudah di bahas di sini,”” harapnya.

Wartawan : Chelepeng,AA’,Senja,Fi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.