Home Puisi KOPI KEMARIN

KOPI KEMARIN

96
0

Puisi Karya
Nama : Anindya Mariska
Jurusan : TBIG
Semester : I

Untuk kali ini, ia terlanjur tawar dan tak berdaya untuk beranjak.
Layaknya sepasang manusia yang enggan menepis mengulang kembali
Namun, seakan membisu memenjara rasa yang ingin berlari ..
Langkah pulangku kemarin menyisahkan sebuah kekecewaan, sebelumnya kukira ini adalah hal biasa.
Karena kupikir hangatnya kopi gratis mampu menaklukkan hangatnya aksara kemarin ..

Ternyata tidak !!

Semesta tidak merestui kopi ini kunikmati bersamamu
Lalu ?
Mengapa ada terselip rasa kecewa itu “lagi”
Namun cak, Percakapanku tak sekedar itu saja
Aku terlampau “Gengsi” untuk menguraikannya
Tapi seolah tampak segenap perihal yang seakan terkubur terasingkan di dalam sini dan memaksa untuk digali lebih dalam lagi.
Entah apa itu, ia sedang dalam pencarian ku saat ini.

Kupikir dua cangkir kopi lagi bisa membantuku menemukanya.
Bukankah begitu cak ?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.