Beranda Cerpen Kenapa Anya, Tuhan ?

Kenapa Anya, Tuhan ?

197
0

Cerpen karya : Rina Abd Halik

Mahasiswi Pengembangan Masyarakat Islam/ Sem. 3

Gadis cantik bertubuh mungil itu tengah berputar-putar layaknya seorang Putri yang tengah memakai gaun indah di bawah derasnya hujan, ia benar-benar sangat bahagia ketika hujan turun membasahi bumi. Di sisi lain, ada pria bertubuh jangkung yang tengah memperhatikannya sembari tersenyum hangat melihat gadisnya tertawa bahagia.

Farel melambaikan tangannya, berharap Anya menoleh kearahnya. Namun nihil, Anya sama sekali tak menoleh. Tanpa fikir panjang Farel langsung menghampiri Anya yang masih berputar-putar tidak jelas di tengah lapangan basket.

“Farel ?” Anya sedikit terkejut ketika melihat Farel yang sudah berdiri tepat di hadapannya. Farel tersenyum lalu mencubit gemas pipi Anya.

“Udah yah main hujannya, nanti Anya sakit” Ucap Farel

“Semenit lagi” Pinta Anya namun Farel menolak dengan menggelengkan kepalanya.

Karena takut Farel marah dan akan mengadu pada Bundanya akhirnya Anya menurut saja.
Anya mengganti seragam sekolahnya yang basah dan memakai celana olah raga miliknya lalu Hoodie yang kebesaran ditubuhnya milik Farel.

“Rambut Anya masih basah” Keluhnya dengan bibir yang di manyunkan

“Anya mau ke salon ?” Tanya Farel

“Ngapain ?” Tanyanya, bingung

“Buat ngeringin rambut Anyalah”

“Gak perlu, nanti dalam mobil bakalan kering juga kok” Tolaknya

“Oke”

Farel dan Anya berjalan bersama di Koridor sekolah, Anya yang sedari tadi banyak bicara dan Farel hanya menanggapi dengan tersenyum ketika Anya menoleh kepadanya. Farel sangat bahagia mendengar celoteh dari Anya, mendengar cerita Anya adalah hobinya. Walau kadang cerita Anya berulang-ulang namun Farel tetap setia mendengarnya tanpa mengatakan bahwa Anya sudah menceritakan hal tersebut kepadanya.

“Farel gak bosan dengerin Anya daritadi ngomong terus ?” Tanya Anya dengan mendongakkan kepalanya agar dapat melihat wajah Farel

Farel menunduk, membalas tatapan Anya lalu tersenyum dan menjawab “Gak akan pernah bosan”

Anya tersenyum memamerkan deretan giginya pada Farel, ia sangat bahagia punya Farel yang selalu ada untuknya, yang selalu bisa menjadi kekasih sekaligus menjadi Abang bahkan Ayah untuk Anya.

Namun itu dulu, Kini Farel tidak lagi menjadi Kekasih, Abang ataupun Ayah untuk sosok Anya di dunia ini. Gadis lucu, cerewet dan manja itu kini tak lagi ada di Sisi Farel. Namun bayangnya dan semua kenangannya masih tersimpan rapi di memori Farel.

Cairan bening itu kini telah lolos dan membasahi pipi Farel, mata yang sedari tadi berkaca-kaca karena menatap foto Anya kini matanya benar-benar basah karena air matanya. Farel benar-benar rindu, sangat rindu. Ia rindu sosok Anya yang selalu membuatnya tertawa lepas ketika melihat tingkah konyolnya, ia rindu mencubit pipi Anya, ia rindu memeluk gadis itu.

“Anya, ini benar-benar sakit. Kenapa harus Anya, Tuhan ? Kenapa ? Kenapa harus Anya yang di ambil lebih dulu ?” Farel menangis sejadi-jadinya sambil memeluk Nisan Anya.

Sehari setelah pertunangan Farel dan Anya, Tuhan mengambil Anya darinya. Anya tertabrak mobil truk yang hilang kendali dan pada hari itu pula Farel telah kehilangan Anya untuk selama-lamanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.