Beranda Berita Terkait Aturan Dirjenpendis, Pihak Kampus Mengaku Hargai Keputusan Mahasiswa

Terkait Aturan Dirjenpendis, Pihak Kampus Mengaku Hargai Keputusan Mahasiswa

455
0

PALU, LPMQALAMUN.id–  Rektor Insitut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu dianggap mengabaikan salah satu keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam setelah melantik Senat Mahasiswa. Sabtu, (06/05/2021).

Baru baru ini Rektor IAIN Palu, Prof. Dr. Sagaf S. Petalongi, S.Pd., M.Pd dianggap melakukan tindakan menyalahi hukum karena menandatangani dan melantik Senat Mahasiswa yang diangggap tidak memenuhi persyaratan dalam aturan yang ditetapkan berdasarkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 4961 tahun 2016 tentang Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Pasalnya dalam kongres Senat Mahasiswa yang dilaksanakan pada Desember 2020 kemarin, salah satu persyaratan kriteria calon ketua Senat Mahasiswa yang bertuju pada Nilai Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimal 3,25 dihapuskan yang merupakan kesepakatan dari peserta penuh mahasiswa yang mengikuti kongres tersebut.

Abdul Wahab selaku Kepala Sub Bagian Akademik Mahasiswa menanggapi hal tersebut yang menurutnya pihak kampus tidak begitu ingin mencampuri urusan yang telah disepakati oleh mahasiswa dan menghargai setiap keputusan yang ada.

“Jadi kami menghargai  keputusan kalian karena disetujui untuk tidak memakai aturan nilai IPK 3,25, maka kami juga tidak bisa menolak keputusan yang telah disepakati mahasiswa,” ujarnya.

Sementara itu Presiden Mahasiswa, Moh. Shadiq juga menyayangkan hal tersebut dan tetap mengikuti keputusan bersama yang telah disepakati peserta kongres.

Ia juga mengaku telah membicarakan hal tersebut dengan pihak Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga, Namun Kongres tetap berlanjut mengingat kesepakatan kembali diserahkan ke peserta penuh yang mengikuti dan pihak kampus tidak bisa mencampuri hal tersebut.

” Sangat menyayangkan terkait dengan dihapusnya IPK 3,25 terlepas dari terpilihnya Ketua Senat dan telah dilantik. Hanya saja kita kembali lagi bahwa ini adalah keputusan bersama,” ungkapnya.

Terakhir Ia berharap agar pihak birokrasi dan mahasiswa dapat melakukan mediasi terkait hal ini untuk menghindari kekacauan.

“Solusinya mungkin kita bicarakan baik baik terkait hiruk pikuk permasalahan ini, kita tidak ingin kampus ini gaduh. Saya berharap kita berjalan sesuai dengan program kampus dan pikir semua program kerja sudah berjalan. Mari kita fokus , kita tidak menginginkan kekacauan,”harapnya.

Wartawan: Senja, Fby, Fi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.