Beranda Kolom Literasi Fenomena Salah Jurusan, Kamu Termasuk?

Fenomena Salah Jurusan, Kamu Termasuk?

360
0

Opini : Wulan Syafitri
Mahasiswi Jurusan Tadris Matematika / Semester II

Mahasiswa pada dasarnya berasal dari lulusan SMA/SMK/MA yang memilih untuk meneruskan pembelajarannya ke perguruan tinggi. Saat memilih jurusan, tentu saja banyak pertimbangan yang akan dilakukan.
Untuk mahasiswa yang benar-benar mempertimbangkan pilihan jurusannya, maka otomatis akan siap dengan segala risiko yang akan dihadapinya. Tetapi, ada juga mahasiswa yang kurang mempertimbangkan pilihannya dan hanya asal daftar perguruan tinggi saja, sehingga semangat belajar pun kurang.

Ketika lulus SMA, orang-orang akan berpencar. Antara mengejar cita-cita atau kisah cinta.
Untuk bagian yang “Mengejar Cita-Cita” sudah pasti antara kuliah dibantu biaya dari orangtua atau ada yang memilih alternatif yaitu kuliah sambil kerja.

Pada masa itu, banyak remaja SMA yang menggebu-gebu ingin merasakan pendidikan kuliah. Bahkan banyak yang berekspektasi seperti, “pasti kuliah enak deh seperti di sinetron-sinetron bisa jalan-jalan ke mall bahkan tugasnya tidak banyak seperti di sekolah,”

Seiring berjalannya waktu dan memasuki semester-semester berikutnya bahkan ada yang baru permulaan langsung merasa salah jurusan.
Don’t worry, maybe God has a surprise for you. Siapa tau kamu akan sukses dengan jurusan yang sekarang dan cobalah untuk mencintai bahkan menekuni jurusan yang saat ini kau jalani.

Ada beberapa penyebab sehingga hal ini dapat terjadi, diantaranya :

  1. Permintaan Orang Tua
    Alasan pertama mengapa seseorang bisa sampai salah jurusan dalam dunia perkuliahan adalah permintaan orang tua. Tak sedikit calon mahasiswa memilih jurusan atas dasar permintaan orang tua, bukan berdasarkan minat dan bakat mereka sendiri.Tak sedikit pula orang-orang yang mengatakan bahwa mereka dipaksa oleh orang tua untuk masuk di jurusan tersebut. Paksaan tersebut dibumbui pula dengan dalih bahwa itu adalah jurusan terbaik untuk sang anak, hingga akhirnya orang tua mengambil keputusan secara sepihak. Hasilnya jelas, mereka akan ogah-ogahan dalam menjalankan pendidikannya. Tidak pernah serius dalam kuliahnya hingga akhirnya IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) pun jelek. Mereka hanya kuliah untuk mengejar gelar dan menuruti orang tua saja.
  2. Ikut ikutan
    Alasan selanjutnya adalah tidak berpendirian kuat dan lebih memilih untuk mengikuti perkataan temannya. Akhirnya dalam memilih jurusan pun mereka akan ikut-ikutan dengan pilihan temannya. Selain itu, alasan calon mahasiswa bisa salah memilih jurusan adalah karena takut kehilangan teman dan takut tidak punya teman ketika menginjak bangku perkuliahan. Sehingga pada akhirnya, mereka pun memutuskan untuk mengambil jurusan yang sama.
  3. Kurang mengetahui minat dan potensi diri
    Alasan terakhir mengapa seseorang sampai salah memilih jurusan adalah karena mereka kurang memahami minat dan bakat yang dimilikinya. Tak sedikit calon mahasiswa yang kebingungan dalam memahami minat apa yang sebenarnya mereka miliki. Hal tersebut bisa jadi karena tidak pernah digali atau bingung harus berkonsultasi dengan siapa.
    Kebanyakan calon mahasiswa juga kurang melakukan penelitian mendalam mengenai potensi dan bakat yang dimilikinya. Mereka hanya mengikuti hasil tes yang bisa jadi mereka kerjakan secara asal-asalan.
    Untuk itu pengenalan akan diri sendiri sangat perlu ketika kalian akan memilih jurusan untuk masa depan perkuliahan. Jangan sampai karena kurang pengenalan, kalian jadi salah memilih jurusan yang ada.

Salah jurusan bukan berarti masa depan mu tidak cerah, banyak mahasiswa yang merasa bahwa jiwanya tidak cocok dengan jurusan yang sudah di tekuni akan tetapi jangan merasa patah semangat. Biarpun nasi sudah menjadi bubur, toh bubur masih bisa dimakan, dan bisa lebih enak apabila ditambahin kerupuk apalagi kecap. Percayalah Tuhan sudah menyiapkan jalan yang terbaik untuk kamu. Justru dengan salahnya jurusan kuliah, kita melatih diri dengan hal-hal diluar batas nyaman, menjadikan diri kita lebih kuat menghadapi dunia kerja.

Banyak sekali tokoh-tokoh terkenal yang merasa masa kuliahnya salah jurusan, akan tetapi dia tetap fokus untuk mengejar cita-cita salah satunya Mark Zuckerberg. Siapa sih yang gak kenal sama Mark Zuckerberg sang pemilik Facebook. Beliau membangun perusahaan Facebook dari ide membuat sebuah situs facemash. Padahal beliau ini kuliah di jurusan Psikologi namun kok bisa ya membangun perusahaan teknologi? Jawabannya karena beliau tidak mudah patah semangat dan selalu ingin mencoba.

Intinya tidak ada sesuatu yang sia-sia di hidup ini, semua hal memiliki manfaat jika kita mampu mengintip dari kacamata yang positif. Begitu juga dengan jurusan kuliah yang sedang kita tempuh sekarang. Dengan berada di jurusan yang tidak kamu inginkan, kamu justru akan memetik ilmu lain. Ilmu yang akan berguna untukmu, entah untuk membuka matamu akan wawasan baru atau mungkin ilmu yang bermanfaat untuk bertahan hidup demi memenuhi kebutuhan perut.

“Kamu kuliah di jurusan yang tidak sesuai passion? Seharusnya kamu bisa menjadikannya sebagai batu loncatan untuk mencapai kesuksesan.”
_Marry Riana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.