Beranda Cerpen Malam Mencekam

Malam Mencekam

217
0

Cerpen : Wulan Syafitri
Mahasiswi Tadris Matematika / Semester II

Namaku Mei. Aku orangnya suka menyendiri. Bukan berarti aku tidak punya banyak teman. Hanya saja menurutku sendiri itu lebih tenang, tidak ada drama sama sekali.

Aku punya sahabat, namanya Lian. Aku sering menginap dirumahnya, bukan karena mau numpang makan. Tapi untuk menemani dia yang sering ditinggal pergi kedua orangtuanya sebab tuntutan pekerjaan.

Seperti malam ini~~

TING!!!!
Notif WhatsApp masuk di gawaiku.
Pesan dari Lian rupanya.

[Mei, temenin gue dong di rumah. Soalnya semua orang pergi]

Lian adalah sahabatku dari masa SMP. Pokoknya pahit, asam, manis selalu kami hadapi bersama.

[Mager ahh!! Rumah lu serem banyak hantunya] balasku

[Iidihh sok asik lu! Gue jemput dehh]

[Okelah] balasku lagi.

Aku langsung berganti pakaian dan berkemas.

30 menit kemudian.

“Lama banget sih,” aku berjalan ke arah mobil Lian, “Eh udah ganti mobil ya?” Sambungku.

Aku heran melihat mobil yang Lian kendarai. Padahal Lian ini tipe cewek yang tidak suka pakai barang rongsokan.

“Mobil gue yang satunya lagi di bengkel,” ucapnya dingin.

Aduh jangan-jangan Lian marah karena gue barusan menyinggung mobil yang ia kendarai sekarang.
Sepanjang perjalanan baik-baik saja, tapi….

“Iiih bau banget sih! Ini mobil lu kenapa bau bangkai begini?” Tanyaku.

“Eh iya astaga kok gue baru cium, tunggu gue periksa dulu!” Ucap Lian dan menghentikan mobil di pinggir jalan.

Lian memeriksa kursi di belakang, “Gak ada apa-apa sih. Gue keluar dulu,” ucapnya.

Sudah 15 menit Lian di luar. Gue heran apa aja sih dia periksa sampai lama banget.

TING!!!

[Lu di mana we? Gue udah di rumah!]

Aku langsung terkejut. Ini pesan dari Lian.

[Udah cepetan aja periksa di belakang! Gak usah drama kalo lu lagi di rumah gue!] Balasku

Lian langsung mengirim pesan yang berisikan foto dia bersama orangtuaku yang duduk di ruang tamu.

[Lu yang jangan drama!]

Aku langsung panik dan melihat di sekitarku.
Sepi… Berkabut… daaaaan MENCEKAM!!!

Saat aku ingin keluar dari mobil, ternyata depan mobil sudah berdiri Lian ‘jadi-jadian’ dengan baju compang-camping dan leher yang hampir putus.

“Mau kemana?” Tanyanya diiringi cekikikan yang membuat telingaku sakit.

“Gue mau pulang!!!!!” Teriakku histeris.

“MAU PULANG? APA SUDAH TAU NIH?”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.