Beranda Kolom Literasi Minimnya Kesadaran & Upaya untuk Melestarikan Lingkungan Masyarakat Indonesia

Minimnya Kesadaran & Upaya untuk Melestarikan Lingkungan Masyarakat Indonesia

201
0

Opini : Silih Sepriani
Mahasiswi Hukum Tata Negara Islam / Semester II

Indonesia adalah negara di Asia Tenggara yang di lintasi garis khatulistiwa dan berada diantara daratan Benua Asia dan Australia, serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 17.504 pulau, memiliki 34 Provinsi dan berbagai macam ras suku bangsa, bahasa, adat, agama dan lain-lain. Nama lain dari Indonesia adalah Nusantara.

Indonesia memiliki banyak destinasi-destinasi wisata alam. Dari Sabang sampai Merauke, dari banyaknya pulau dan juga provinsi pastinya memiliki destinasi-destinasi alam tersendiri. Contohnya destinasi Danau Toba yang berada di Sumatra Utara, Gunung Bromo (Jawa Timur), Raja Ampat (Papua), Pulau Komodo (NTT), Kawah Ijen (Jawa Timur), Gunung Semeru (Malang), Labuan Bajo (NTT), Gunung Rinjani (NTB) dan masih banyak lagi.

Di Sulawesi Tengah sendiri juga terdapat banyak destinasi wisata, contohnya ada Air Terjun Salodik tepatnya di Luwuk Kabupaten Banggai, Matantimali atau Bukit Paralayang (Sigi), Pantai Bambarano (Pantai Barat), Danau Tambing (Lore Utara), Hutan Pinus (Napu), Gunung Nokilalaki (Napu), Pantai Tanjung Karang (Donggala) dan Tugu Perdamaian Nosarara Nosabatutu (Palu).

Selain memiliki banyak destinasi wisata, Indonesia juga kaya akan kerajinan, tari-tarian, budaya atau multikulturalisme dan rempah-rempah.

Indonesia memang negeri yang indah, tapi sayang kelestariannya tidak terjaga. Di balik keindahan dan kelebihan Indonesia itu sendiri terdapat banyak kerusakan dan kekurangan. Seperti, banyaknya sampah berserakan, rusaknya terumbu karang, penebangan pohon secara liar dan tercemarnya air laut (pembuangan limbah pabrik).

Mengapa kerusakan ini bisa terjadi?
Apa yang menyebabkan hal tersebut?

Salah satu yang kita ketahui bersama yakni karena kurangnya kesadaran manusia. Kurangnya pemahaman tentang kelestarian lingkungan dan juga cara-cara pengelolaan alam yang baik dan benar. Atau kemungkinan besar manusia menyadari dan paham akan hal tersebut tetapi aksi untuk berbuat masih jarang terjadi sehingga kreatifitas mengolah alam sangatlah minim.

Akibat kurangnya pemahaman dan aksi menimbulkan dampak yang buruk. Alam pun menjadi rusak dan bisa saja akan menimbulkan bahaya bencana alam maupun lingkungan hidup. Contohnya banjir, tanah longsor, kebakaran hutan dan sebagainya. Mirisnya lagi setelah terjadi bencana-bencana alam tersebut manusia masih saja belum sadar ataupun berbuat untuk melestarikan alam. Yang sering terjadi hanyalah saling menyalahkan.

Alam yang seharusnya menjadi tempat semua makhluk hidup kini menjadi rusak. Itu semua ulah dari manusia yang tidak bertanggungjawab. Membuat memang sangatlah mudah tetapi mengembalikannya seperti semula akan sulit sekali.

Maka dari itu perlunya kesadaran manusia tentang pelestarian lingkungan alam. Cara menyadarkan manusia pun ada berbagai cara, salah satunya melakukan sosialisasi tentang kelestarian alam, menjelaskan manfaat dan bagaimana cara pengelolaan alam yang baik dan benar. Setelah itu lanjutkan dengan hal-hal kecil seperti kerja bakti, melakukan penghijauan dan mendaur ulang sampah-sampah.

Tuhan telah memberikan kita kekayaan alam yang sangat berlimpah, seharusnya kita menjaga dan melestarikannya. Dengan menjaga dan melestarikannya kita sudah berterimakasih kepada Tuhan dan itu tandanya kita mensyukuri atas limpahan dan kenikmatan yang telah Tuhan berikan.

Mulai dari sekarang marilah kita menjaga dan melestarikan alam Indonesia. Rawatlah alam seperti kita merawat diri sendiri. Dan tak lupa pula kita untuk saling mengingatkan antar sesama agar selalu menjaga kebersihan. Buanglah sampah pada tempatnya, menanam pohon dan lakukan penghijauan serta gunakanlah air secara bijak. Dengan melakukan hal tersebut kita sudah berkontribusi yang sangat positif dan pastinya akan mengurangi timbulnya bencana alam.

“Dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu.” (HR. Tirmizi).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.