Beranda Opini Bahaya Bully & Dampak Perilaku Bullying

Bahaya Bully & Dampak Perilaku Bullying

186
0

Opini
Oleh : Gresella Regsusmar
Mahasiswi Perbankan Syariah / Semester II

Bully?
Apa yang kalian pikirakan ketika mendegar kata bully?
Perundungan?, suka menindas?, atau mungkin suka semena-mena?
Yah semuanya betul bully merupakan sikap semena-mena dari orang yang merasa kuat terhadap orang yang lemah.

Bully atau perundungan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah ancaman dari pihak yang kuat kepada pihak yang lemah. Nampaknya bully menjadi sangat trend di masa ini banyak kasus bully yang kita jumpai di masyarakat. Ada yang melakukan bully secara berkelompok dan ada juga yang melakukan bully secara perseorangan.

Kasus bully sering dialami di lingkungan sehari-hari contohnya di sekolah. banyak kasus pembullyan di sekolah yang di lakukan oleh senior terhadap juniornya bahkan ada juga teman seangkatan yang saling membully satu sama lain, pada intinya jika dia merasa kuat dia akan menindas yang lemah. Percayalah bully merupakan tindakan yang dapat menggnggu mental si korban karna bully tidak selalunya berbentuk kekerasan fisik, ada juga yang di lakukan melalui perkataan yang dapat menganggu mental dan perasaan si korban.

Terkadang hal yang menyebabkan orang terbullly yaitu jika dirinya di anggap lemah oleh sebagian orang, bukan hanya orang yang terlihat lemah saja yang dapat di bully bahkan seseorang yang memiliki kekurangan fisik pun bisa menjadi korban bully.

Psikolog Anak dan Remaja, Efnie Indrianie, M.Psi dari Fakultas Psikologi, Universitas Kristen Maranatha, Bandung menjelaskan mengapa seseorang bisa saja mengalami Bullying.

“Bullying terjadi saat ada seseorang yang dianggap lemah oleh sebagian yang lain yang merasa berkuasa. Ini terjadi pada semua usia,” ujarnya.

Dampak dari bully atau perundungan ini bisa membuat si korban bully menjadi trauma, tidak ingin bertemu banyak orang, ada rasa ketakutan tersendiri bagi si korban karena merasa dirinya tidak pantas untuk bergabung dengan orang lain yang disebabkan oleh rasa trauma, bahkan ada yang sampai mengalami depresi. Pada tingkatan paling parah, perundungan dapat memunculkan keinginan bunuh diri pada si korban.

Sebagai contoh kasus bully yang terjadi kepada seorang siswi SD berinisial RS di kecamatan Wirosari kabupaten grobongan yang mengalami depresi berat karna di bully oleh teman-temannya selama dua tahun sejak ia duduk di bangku kelas IV SD. Akibat dari tindakan bully tersebut RS mengalami depresi berat hingga harus ditangani oleh dokter ahli syaraf.

Dari contoh kasus di atas dapat di simpulkan bahwa tindakan bully memang sangat merugikan, untuk itu perlu adanya menghindari sifat bully,
Ada banyak cara menghindari sifat membully yaitu di antarannya:

  1. Saling memahami perasaan orang lain.

Salah satu celah yang memungkinkan kita menjadi pelaku dan korban bully adalah keterikatan dengan orang lain.Belajar memahami perasaan orang lain akan membuat kita lebih berempati kepada mereka. Kita tidak akan sok tahu terhadap kehidupan mereka.

Kita akan lebih banyak menyediakan diri untuk mendengarkan mereka tanpa menghakimi.
Sebab, terkadang saat kita merasa sudah tahu masalahnya, kita dengan mudahnya menyalahkan bahkan tidak jarang sampai membully mereka. Perkataan pun bisa menjadi luka yang sangat membekas, apalagi jika kita mengatakannya tanpa rasa berhati-hati.

  1. Lakukan kegiatan positif bersama

Siapa bilang orang yang bisa saling membully tidak pernah memiliki kedekatan? Mereka bisa saling dekat dan saling tahu cerita hidup masing-masing. Tapi bisa jadi mereka akan saling menjatuhkan suatu saat nanti. Membully bukan hanya tentang kekerasan secara fisik saja, tapi kekerasan secara verbal juga bisa jadi salah satu contoh bullying yang kita sembunyikan di balik topeng pertemanan.

Tidak sulit rasanya untuk menjauh dari semua itu. Kita bisa melakukan banyak kegiatan positif bersama. Melakukan banyak hal seru sampai produktif dengan teman-teman. Kita harus saling terbuka dan saling menjaga kepercayaan. Menjadi pendengar dari kisah seseorang memang sangat membanggakan. Tapi menjaga semua rahasia hidup adalah perkara yang tidak biasa. Jika mengalami satu konflik, maka bisa jadi informasi pribadi pun menjadi bahan untuk mengejek, mencela sampai membully orang lain.

  1. Hindari teman yang menjadi toxic bagimu.

Tahukah kamu, sikap buruk kita dalam lingkungan pertemanan terkadang tidak muncul begitu saja? Ada kalanya kita pun terpengaruh oleh sikap dan perbuatan orang lain. Kita yang awalnya biasa saja dan dapat membawa pengaruh baik bagi lingkungan sekitar. Bisa tiba-tiba menjadi sangat dingin dan seolah tidak berperasaan. Tenang saja, tidak semuanya salahmu. Kamu mungkin hanya terpengaruh oleh lingkungan yang nyatanya hanya jadi toxic untukmu.

Saat kamu menyadari bahwa lingkunganmu saat ini sudah tidak baik, sehingga membuatmu menjadi orang yang tidak seperti biasanya. Maka kamu berhak untuk pergi menjauh dari mereka. Jangan hanya karena kamu melihat orang di sekitarmu suka membully orang lain, kamu juga ingin melakukannya.
Jangan pula kamu membenci seseorang hanya karena mendapat hasutan dari orang lain yang mungkin tidak pernah tahu masalah sebenarnya. Tegaslah berpikir dan menentukan sikap.

  1. Dengarkan saja semua ucapan baik.

Agar kita terhindar dari setiap perbuatan buruk, tentu saja kita harus sering mendengar kata-kata baik. Kita harus lebih banyak mendengar dan membicarakan hal baik. Tentu saja supaya tidak mudah terprovokasi dan melakukan hal buruk kepada orang lain. Meski begitu, bagaimanapun usahamu dilakukan dengan sangat keras, kamu harus lebih tahu siapa dan bagaimana keadaanmu saat ini.

Tidak mudah bagi manusia untuk mengubah pola pikir hingga perasaan mereka, jika tidak dari diri sendiri. Semua ucapan baik yang kita dengar tetap akan menjadi buruk jika kita pun tidak menginginkan hal itu. Mengenali diri sendiri dan kondisi saat ini, akan lebih memudahkan kita untuk menyeleksi mana ucapan yang benar-benar akan kita dengar dan yang hanya kita izinkan untuk lewat begitu saja.

  1. Bayangkan jika kamu di posisi mereka.

Sebelum melakukan hal buruk, pernahkah kamu mencoba memikirkan lebih dulu bagaimana rasanya jadi mereka? Apa yang akan kamu rasakan dan apa yang akan kamu lakukan jika kamu berada di posisi mereka? Hanya tekanan yang kamu terima, hingga trauma bahkan depresi yang kamu alami nantinya.
Kita mungkin tidak menyadari bahwa sikap membully kepada orang lain dapat membawa hal buruk yang sangat banyak.

StopBully

LawanKekerasan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.