Beranda Cerpen Petaka Pamali’

Petaka Pamali’

164
0

Cerpen
Oleh : Nilawati
Mahasiswi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah / Semester II

Pamali’ atau pemali sering kali dikaitkan dengan larangan atau pantangan yang tidak boleh dilakukan yang erat hubungan dengan hal hal atau kejadian kejadian mistis apabila dilangggar. Hal tersebut banyak tersebar dikalangan orang tua terdahulu, banyak yang percaya dan adapula menganggap hal tersebut adalah mitos belaka.

Kejadian tersebut juga mungkin yang pernah dialami oleh seorang gadis bernama Rara. Gadis berumur 21 tahun yang sehari-hari bekerja di salah satu perusahaan. Rara mempunyai seorang ibu yang sangat percaya betul dengan adanya pamali. Berbagai macam jenis pamali yang sering diucapkan oleh ibunya seperti,

“Perempuan jangan duduk di depan pintu!”
“Jangan pulang malam-malam!”
“Jangan mandi magrib!”
“Jangan menyapu halaman malam!

Sebetulnya Rara tak percaya. Ia sering melakukan hal hal yang selalu diperingatkan oleh ibu nya. Menjelang magrib Rara selalu merenung di depan pintu rumah lalu kemudian mandi. Namun, kepercayaan tersebut berubah semenjak ia merasa ada yang mengikutinya. Rara merasa ada makhluk besar dan aneh yang selalu mengikutinya setelah pulang kerja.

Makhluk itu badannya kekar seperti lelaki, tapi rambutnya panjang seperti perempuan. Bajunya compang-camping penuh darah. Pertama kali Rara bertemu dengannya ia membuat kaget dengan kemunculannya di tengah jalan menghalangi laju motornya dan terus mengikutinya bahkan sampai rumah.

Akibat pertemuan tak diinginkan itu Rara jatuh sakit. Seminggu pertama, Rara demam tinggi. Ibu nya sontak khawatir dengan apa yang terjadi. Ia memberikan obat dokter pun tak mempan. Sampai akhirnya, ibunya memanggil orang pintar atau sebutan untuk dukun ke rumahnya.

“Ada yang mengikuti anak ibu saat Si Neng pulang kerja. Saat ini ia masih di sini” ujar bapak-bapak tersebut.

Segera Ibu meminta bapak tersebut mengusirnya. Bapak itu pun membaca sesuatu, lalu seolah berpikir. Rara merasakan tubuh nya meregang diambang sadar dan tidak sadar. Perlahan muncul satu bayangan, makhluk tersebut, ia berbicara kepadanya pelan.

“Aku merindukan adikku. Ia sepertimu.” ucap bayangan hitam tersebut yang terdengar di telinganya. Bayangan hitam itu pun menghilang setelah ia mengucapkan kalimat tersebut. Badan Rara pun lemas dan tak sadarkan diri.

Setelah kejadian itu, Rara tersadarkan akan sesuatu. Ia meyakini bahwa kata kata ibunya itu ada benarnya. Ia menyesal karena tidak sedari awal menurutinya, hingga dirinya harus menahan sakit dan terbaring lemah selama 1 bulan lamanya di kamar.

“Tapi, gak papa lah, daripada aku celaka lagi”.kata Rara

Dengan cerita ini semoga menjadi pembelajaran untuk kita semua bahwa Pamali sudah begitu melekat dikalangan masyarakat, tak bisa dipungkiri lagi.Hal ini bertujuan supaya dalam menjalankan hidup kita hati-hati, waspada, saling menghormati, dan melakukan sesuatu sesuai dengan waktu dan tempatnya.

Sebagian besar juga pamali sebenarnya bisa dijelaskan dengan logika dan bermaksud baik, sehingga kita bisa belajar darinya bahwa hukum sebab-akibat itu ada, dan bukan hanya sekedar mitos.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.