Beranda Berita HMPS MPI Gelar Seminar Terkait Rekonstruksi Pendidikan Indonesia Akibat Pandemi

HMPS MPI Gelar Seminar Terkait Rekonstruksi Pendidikan Indonesia Akibat Pandemi

147
0


PALU, LPMQALAMUN.id – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) bersama Ikatan Mahasiswa Manajamen Pendidikan dan Administrasi Pendidikan Seluruh Indonesia (IMMAPSI) Daerah III Wilayah IV Indonesia Timur mengadakan seminar pendidikan. Jum’at (25/06/2021).

Seminar pendidikan yang diadakan di gedung Aula FTIK IAIN Palu tersebut mengusung tema ” Menyapa dan Merekonstruksi Wajah Pendidikan di Masa Pandemi Untuk Mengembalikan Pendidikan di Indonesia”.

Adapun narasumber yang memberikan materi dalam kegiatan tersebut yakni  Dr. Moh. Ali, M.Pd.I selaku Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Pascasarjana IAIN Palu dan Andi R. Hardiansyah Founder Banua Mentor.

Ketua panitia, Eko Santoso mengatakan bahwa kegiatan seminar ini bertujuan untuk mengembalikan keharmonisan pendidikan di Indonesia di masa pandemi.

“Tujuan dilaksanakan seminar ini adalah untuk
mengembalikan keharmonisan pendidikan Indonesia dikarenakan kuliah tatap muka yang lama tidak dilakukan,”ujarnya

Ia juga menjelaskan alasan pengangkatan tema tersebut karena tidak adanya tatap muka dilakukan selama pandemi ini. Sehingga mengakibatkan kurangnya keharmonisan dalam dunia pendidikan di Indonesia.

“Karena kurangnya tatap muka dan kurangnya kecakapan antara pengajar dan yang diajar sehingganya pendidikan di indonesia ini kurang harmonis karena terhalang oleh pandemi Covid-19 ini,”jelasnya.

Diketahui Kegiatan seminar ini berlangsung di gedung Aula FTIK lantai 3 yang kemudian dilanjutkan dengan Musyawarah Daerah IMMAPSI III Wilayah IV  di Cafe Permuja. Kegiatan ini rencananya akan berlangsung dari 25-26 Juni 2021.

“Setelah rangkaian acara seminar dilaksanakan, akan dilanjutkan dengan musyawarah IMMPASI daerah III wilayah III se-Indonesia Timur. Kemudian akan berakhir dengan Touring dan mengunjungi spot-spot budaya yang berada di kota Palu,” ungkapnya.

Terakhir Eko berharap dengan diadakannya seminar, pemerintah dapat segera membuat pertemuan belajar secara offline bagi seluruh Universitas maupun sekolah-sekolah yang ada di Indonesia.

“Harapan saya, selesai dari seminar ini semoga kedepannya mahasiswa dan pemerintah dapat bekerjasama agar Universitas dan sekolah – sekolah segera dibuka secara offline agar bisa mempermudah belajar antara pelajar dan pengajar dan juga dalam berinteraksi,” harapnya.

Wartawan : Moci , Sinar , Gelap

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.