Beranda Berita Sinkronisasi Data, Centang KRS Mahasiswa Alami Keterlambatan 

Sinkronisasi Data, Centang KRS Mahasiswa Alami Keterlambatan 

577
0

PALU, LPMQALAMUN.id – Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu mengalami keterlambatan dalam pencentangan Kartu Rencana Studi (KRS) mahasiswa akibat beberapa kendala.(02/09/2021).

Pencentangan KRS umumnya dilakukan oleh tiap tiap mahasiswa melalui Sistem Informasi Akademik (Siakad) guna memilih program mata kuliah yang akan ditempuh di semester berjalan. Memasuki awal semester ganjil, namun saat ini mahasiswa UIN Palu belum juga dapat melakukan pencentangan KRS.

Abidin, selaku Wakil Rektor I bidang Akademik & Pengembangan Lembaga mengatakan terdapat kendala yang menyebabkan pencentangan KRS lambat. Namun Ia juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat pencentangan akan segera bisa dilakukan.

Dirinya mengaku telah merapatkan hal tersebut bersama pihak petinggi Fakultas serta pihak Pusat Teknologi Informasi dan Data (PTID) UIN Palu terkait pula mekanisme pencentangan KRS.

“Karena hanya sebagian Fakultas yang sudah selesai melakukan penjadwalan semester ganjil pada siakad. Hal itu yang menjadi keterlambatan pecentangan KRS,” ungkap Abidin.

“Setiap dosen Fakultas harus mensinkronisasikan terkait berapa jumlah SKS ditiap mata kuliah dan disesuaikan,” tambahnya.

Tampilan sementara Layanan Pencentangan KRS yang belum bisa dilakukan melalui Siakad

Untuk itu Ia menghimbau kepada seluruh mahasiswa UIN Datokarama Palu agar selalu memperhatikan Siakad-nya apabila pencentangan KRS sudah bisa dilakukan.

Kendati begitu, mekanisme pencentangan KRS pun masih sama seperti semester sebelumnya maupun Siakad versi sebelumnya. Mahasiswa dapat melakukan pencentanga KRS melalui Siakad masing masing.

“Pencentangan KRS dilakukan seperti biasanya yaitu diisi oleh mahasiswa sendiri secara Online dan dicetak lalu penandatanganan kepada Dosen Penasihat Akademik,” tandasnya.

Wartawan : NL,Pinky

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.