Beranda Berita Mahasiswa UIN Palu Keluhkan Akses Masuk Kampus yang Dipersulit di Hari Libur

Mahasiswa UIN Palu Keluhkan Akses Masuk Kampus yang Dipersulit di Hari Libur

413
0


PALU, LPMQALAMUN.id– Sejumlah mahasiswa Universitas Islam Negeri Datokarama (UIN DK) Palu merasa kecewa terkait tidak  adanya kebebasan menggunakan fasilitas kampus dihari libur. Sabtu,(18/09/2021).

Seperti yang diketahui, akhir akhir ini akses masuk wilayah kampus UIN Palu khususnya di hari libur seperti Sabtu dan Minggu terbatas untuk mahasiswa. Belum diketahui pasti alasan penutupan kampus dihari libur tersebut, namun sejumlah mahasiswa mengaku kesulitan.

Pasalnya beberapa mahasiswa banyak yang ingin beraktivitas dikampus terlebih aktifitas diluar perkuliahan seperti rapat organisasi maupun latihan.

Seperti halnya yang dirasakan oleh Nurul Izzati salah satu Mahasiswa UIN Palu yang menjadi peserta dalam lomba debat konstitusi Poros Intim ll yang ingin latihan debat. Ia mengaku diusir oleh satpam dengan alasan hari Sabtu adalah hari libur.

“Pada saat di depan gerbang, satpamnya menghampiri saya serta tim dan menyatakan bahwa tidak ada aktivitas kampus dihari libur, padahal belum ditanya tujuan kami ke kampus lantas kami tidak dibolehkan memasuki kampus”, ujarnya.

“Saat itu saya bersikeras mengatakan kami sudah minta izin kepada Dekan FEBI untuk memakai gedung lantai 3 Fakultas. Namun, kami dimintai bukti surat peminjaman gedung bahkan setelah kami perlihatkan hasil Screenshot percakapan dengan Dekan FEBI, tetap tidak diperbolehkan masuk dan malah harus melapor lagi ke Kasubag umum,” ungkapnya.

Demikian pula yang di Rasakan oleh Sofyan, mahasiswa UIN Palu yang juga merupakan kader dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Muhibbul Riyadh yang ingin melaksanakan pengarahan untuk Calon Anggota (CA UKM) di kampus, namun diusir oleh Satpam.

“Tadi siang kami itu mau adakan pengarahan untuk Calon Anggota (CA) UKM di dalam kampus, tetapi karena adanya aturan demikian terpaksa kami bergeser ke tempat lain”, katanya.

Mereka mengatakan bahwa hal tersebut sangat menghambat dan menyengsarakan, sebab sebagai mahasiswa,mereka telah memenuhi aturan kampus dengan membayar Uang kuliah Tunggal (UKT) namun tidak dapat menikmati fasilitas kampus dengan bebas.

“Sedangkan pada saat pandemi sekarang ini kami tidak menikmati fasilitas kampus apapun, kami belajar online jadi setidaknya dihari libur Sabtu dan Minggu bolehlah kami menikmati fasilitas kampus dengan mengadakan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan”, ujar Nurul.

” Jelas menghambat karena adanya aturan yang demikian membuat terhambat dan terbatasi aktifitas mahasiswa,”  kata Sofyan.

Terakhir mereka mempunyai harapan agar pihak Birokrasi tidak membatasi kegiatan mahasiswa di dalam kampus baik di hari libur.

” Jangan ada penutupan, kampus jadi terasa milik orang lain karena kami dilarang dan dipersulit  masuk dan untuk Satpam mohon diperbaiki bahasanya apabila menegur mahasiswa. Kegiatan yang kami lakukan untuk mewakili nama kampus akan tetapi cara tegurannya bikin sakit hati, kami diperlakukan seolah-olah kami ini tersangka pencurian yang tidak diperbolehkan masuklah, didiskriminasi dan segala macam”, keluh Nurul.

“Saya berharap agar mahasiswa diperbolehkan masuk kampus walaupun dihari libur dengan syarat harus mematuhi protokol kesehatan yang telah ditentukan”,harap Sofyan.

Wartawan : Fhyk .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.