Beranda Berita Jadi Persyaratan Kuliah Offline, Vaksinasi Covid-19 Tuai Beragam Komentar Mahasiswa

Jadi Persyaratan Kuliah Offline, Vaksinasi Covid-19 Tuai Beragam Komentar Mahasiswa

409
0

PALU, LPMQALAMUN.id – Sejumlah Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu turut memberikan tanggapannya terkait pelaksanaan vaksinasi covid-19 masal bagi mahasiswa. Kamis (23/09/2021).

Vaksinasi sendiri merupakan upaya pemerintah dalam menurunkan jumlah penularan covid-19 di Indonesia melalui peningkatan imunitas tubuh. Untuk mendukung program pemerintah sekaligus langkah awal memulai proses perkuliahan offline, UIN Datokarama Palu juga kembali melaksanakan vaksinasi tahap 1 maupun 2 masal gratis bagi seluruh mahasiswa.

Menanggapi pemberian vaksin gratis tersebut, banyak respon yang beragam dari mahasiswa. Seperti Farhansyah, mahasiswa Program Studi Hukum Tata Negara Islam (HTNI) semester 3 ini rela mengantri sejak pagi demi melakukan vaksinas Covid-19 tersebut.

Farhansyah saat ditemui menjelaskan bahwa Ia sempat merasa khawatir untuk melakukan vaksinasi, namun karena ingin segera kuliah offline Ia pun memantapkan diri melakukan vaksinasi.

“Saya sudah mengantri dari pagi untuk bisa vaksin hari ini, biar kuliah offline cepat dilaksanakan karena saya sempat dengar kabar kalau mau kuliah offline harus vaksin, ” katanya.

” Juga ada edaran vaksin gratis di kampus. Jadi walaupun sebenarnya masih agak khawatir dengan isu vaksin yang beredar tapi setelah saya pikir-pikir  akhirnya saya berani untuk di vaksin,” tambahnya.

Ia berharap setelah proses vaksinasi tidak terjadi gejala seperti yang beredar dan perkuliahan offline bisa segera dilakukan.

Gejala yang timbul pasca vaksinasi pun beragam dirasakan oleh tiap mahasiswa. Seperti yang terjadi dengan Rian Daud,  mahasiswa HTNI semester 7 ini menjelaskan sedikit efek yang Ia rasakan pasca melakukan vaksinasi.

“Saya hanya merasakan sakit, nyeri di area bekas suntikan. Waktu itu juga saya sudah sempat melakukan vaksinasi pertama dan efeknya sakit kurang lebih 5 hari, kalau soal nafsu makan atau keluhan lainnya, Alhamdulillah tidak ada,” terangnya.

Ia juga memberikan tanggapan dan harapan terkait dengan pelaksanaan vaksinasi masal yang dilaksanakan hari ini yang menurutnya memang sudah patut untuk dilaksanakan.

“Kalau menurut saya memang harus dilaksanakan karena secara tidak langsung pemerintah sudah berikan kelonggaran kepada setiap kampus untuk bisa melaksanakan kuliah tatap muka dan ini adalah kebijakan yang diambil oleh kampus kita untuk mencegah penularan,” ungkapnya.

“Jadi untuk mahasiswa yang belum vaksin segera vaksin supaya bisa memudahkan menuju proses perkuliahan secara offline,” tuturnya.

Vaksin sendiri juga tidak luput memunculkan berbagai perbedaan pandangan. Ada yang setuju dan ada juga yang sebaliknya.Beberapa mahasiswa ada pula yang memilih untuk tidak divaksin dan tidak setuju dengan aturan persyaratan wajib vaksin untuk perkuliahan offline.

Ma’aruf misalnya, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) semester 5 ini mengungkapkan ketidaksetujuan atau penolakannya terkait pemberlakuan vaksinasi sebagai syarat perkuliahan ofline atau tatap muka.

“Saya pribadi menolak adanya vaksinasi sebagai syarat perkuliahan offline karena dari menteri pendidikan sudah katakan syarat untuk offline tidak mesti atau tidak harus melakukan vaksinasi,” tegasnya.

“Dan mungkin ada beberapa mahasiswa yang punya penyakit bawaan mau kuliah offline juga, kalau mereka divaksin mungkin akan berdampak buruk bagi kesehatannya, jadi tetap saya tidak setuju kalau kuliah offline syaratnya harus vaksin,”  jelasnya .

Ma’ruf juga berpesan kepada pihak Birokasi kampus agar pelaksanaan vaksinasi sebagai syarat kuliah offline tidak perlu dilakukan.

“Kalau menurut saya tidak perlu untuk melakukan vaksinasi kalau mau kuliah offline, cukup dengan mematuhi prokes, seperti pakai masker, handsanitizer di tiap-tiap kelas, dan juga menjaga jarak,” pesannya.

Wartawan : Blue, Hemhm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.